IHSG Diperkirakan Melemah hingga 5.353
Senin, 13 Februari 2017 - 07:44 WIB
IHSG Diperkirakan Melemah hingga 5.353
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun sedikit 0,01% di level 5.371,669 pada akhir sesi perdagangan akhir pekan lalu. Berdasarkan poros harian dari data Bloomberg, support pertama dan kedua berada pada tingkat 5.362,168 dan 5.352,667.
Sementara itu, resistance pertama dan kedua berada pada tingkat 5390.671 dan 5409.673. Berdasarkan indikator harian, meskipun MACD berada di area positif, stochastic menunjukkan formasi lintas mati di area overbought.
"Sementara itu, RSI masih di zona netral. Sebuah pin bar bearish terdeteksi menandakan koreksi mungkin. Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa indeks akan turun, mencapai antara tingkat 5.362 dan 5.353," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin (13/2/2017).
Reza menjelaskan, memiliki estimasi IHSG akan mempertahankan kenaikan, sehingga akan membantu untuk terus meningkat. Tapi, meskipun peristiwa negatif yang terjadi dalam perdagangan terakhir sehingga akan keprihatinan tentang kemungkinan bahwa IHSG akan turun reversal.
"Mudah-mudahan, itu hanya acara sesaat karena profit taking. Tapi, kemudian investor akan kembali lagi untuk menumpuk di harga yang lebih rendah yang membuat IHSG akan naik lagi dan didukung oleh kondisi positif," pungkasnya.
Adapun akhir pekan lalu, laju IHSG akhirnya mampu menyentuh level psikologis di 5.400. Namun demikian, pasca menyentuh level tersebut laju IHSG tampaknya kehabisan tenaga dan akhirnya harus puas berakhir di zona merah.
Positifnya laju bursa saham Asia yang terimbas pergerakan bursa saham global sebelumnya dan kembali terapresiasinya laju rupiah seiring dengan masih adanya imbas peningkatan penilaian Moody’s hingga naiknya penjualan ritel dan kendaraan di dalam negeri tampaknya tidak mampu mempertahankan laju IHSG untuk tetap berada di zona positif.
Sementara itu, resistance pertama dan kedua berada pada tingkat 5390.671 dan 5409.673. Berdasarkan indikator harian, meskipun MACD berada di area positif, stochastic menunjukkan formasi lintas mati di area overbought.
"Sementara itu, RSI masih di zona netral. Sebuah pin bar bearish terdeteksi menandakan koreksi mungkin. Oleh karena itu, ada kemungkinan bahwa indeks akan turun, mencapai antara tingkat 5.362 dan 5.353," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Senin (13/2/2017).
Reza menjelaskan, memiliki estimasi IHSG akan mempertahankan kenaikan, sehingga akan membantu untuk terus meningkat. Tapi, meskipun peristiwa negatif yang terjadi dalam perdagangan terakhir sehingga akan keprihatinan tentang kemungkinan bahwa IHSG akan turun reversal.
"Mudah-mudahan, itu hanya acara sesaat karena profit taking. Tapi, kemudian investor akan kembali lagi untuk menumpuk di harga yang lebih rendah yang membuat IHSG akan naik lagi dan didukung oleh kondisi positif," pungkasnya.
Adapun akhir pekan lalu, laju IHSG akhirnya mampu menyentuh level psikologis di 5.400. Namun demikian, pasca menyentuh level tersebut laju IHSG tampaknya kehabisan tenaga dan akhirnya harus puas berakhir di zona merah.
Positifnya laju bursa saham Asia yang terimbas pergerakan bursa saham global sebelumnya dan kembali terapresiasinya laju rupiah seiring dengan masih adanya imbas peningkatan penilaian Moody’s hingga naiknya penjualan ritel dan kendaraan di dalam negeri tampaknya tidak mampu mempertahankan laju IHSG untuk tetap berada di zona positif.
(ven)
Lihat Juga :