PHK Karyawan Jadi Senjata Freeport agar Dapat Tiket Ekspor

Rabu, 15 Februari 2017 - 11:39 WIB
PHK Karyawan Jadi Senjata...
PHK Karyawan Jadi Senjata Freeport agar Dapat Tiket Ekspor
A A A
JAKARTA - Pakar Hukum Sumber Daya Alam (SDA) Universitas Tarumanegara Ahmad Redi menegaskan, pemerintah tidak perlu takut dengan ancaman PT Freeport Indonesia untuk memangkas karyawan dan menurunkan produksi konsentratnya di Indonesia.‎

(Baca: Freeport Rumahkan Karyawan Gara-gara Tak Bisa Ekspor Konsentrat )

Sebab, raksasa tambang asal Amerika Serikat (AS) itu telah berulangkali melayangkan ancaman tersebut untuk mendapat tiket izin ekspor konsentrat dan tidak membangun pabrik pengolahan dan pemurnian (konsentrat).

Dia ‎mengungkapkan, pada 2009 dan 2014 Freeport juga pernah mengancam pemerintah akan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara besar-besaran jika tidak diberikan izin ekspor konsentrat. Mereka juga pernah mengancam akan menghentikan produksi konsentratnya.

"‎Itu salah Freeport sendiri. Pada 2009 mereka mengatakan seperti itu, 2014 dia juga mengatakan seperti itu. Sama persis seperti itu. Akan ada 37 karyawan yang di lay off. Kemudian produksi mereka berhenti. 2014 mereka mengatakan seperti itu," katanya saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Rabu (15/2/2017).

(Baca: Freeport Ancam PHK jika Tak Diizinkan Ekspor Konsentrat )

Akhirnya, kata dia, pemerintah pun berbaik hati memberikan ‎waktu lagi untuk Freeport dapat menyelesaikan pembangunan smelternya. Namun, hingga saat ini smelter yang dijanjikan Freeport tidak kunjung terealisasi.

"Dan persis lho, 2014 apa yang disampaikan persis seperti saat ini. Lay off besar-besaran, produksi terhenti, devisa buat negara juga. Itu persis apa yang disampaikan. Ini kan bicara mereka tidak ada komitmen untuk bangun smelter. Itu cuma alasan saja," ujar Redi.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Freeport Indonesia telah merumahkan sejumlah karyawannya yang ada di Indonesia. Hal ini seiring larangan pemerintah untuk Freeport mengekspor konsentrat‎, sebelum mengubah status kontraknya dari kontrak karya (KK) menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

Freeport sejatinya telah mengajukan perubahan status dari KK menjadi IUPK, dan pemerintah pun telah menyetuju‎inya. Namun, Freeport masih belum sepakat dengan persyaratan dari pemerintah terkait IUPK, sehingga Freeport masih belum menyetujui perubahan status tersebut.

Juru Bicara Freeport Riza Pratama mengungkapkan, pihaknya telah mengurangi produksi konsentratnya sebesar 40%. Pengurangan produksi ini sesuai kapasitas domestik yang tersedia di PT Smelting, yang ada di Gresik, Jawa Timur.

"Tertundanya ekspor konsentrat membuat mengakibatkan Freeport mengambil tindakan dalam waktu dekat untuk mengurangi produksi agar sesuai kapasitas domestik yang tersedia di PT Smelting, yang memurnikan sekitar‎ 40% dari produksi konsentrat Freeport," katanya kemarin.

Baca Juga:
Belum Capai Kesepakatan, Ini Solusi Pajak Freeport
Alasan Freeport Ngotot Minta Pajak di IUPK Sama dengan KK
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
4 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
4 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
4 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
4 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
5 jam yang lalu
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
5 jam yang lalu
Infografis
3 Brigjen Dapat Promosi...
3 Brigjen Dapat Promosi Jabatan Jadi Irjen Pol pada Akhir Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved