Pemerintah Segera Tentukan Pola Pendanaan LRT Jakarta
Rabu, 15 Februari 2017 - 18:01 WIB
Pemerintah Segera Tentukan Pola Pendanaan LRT Jakarta
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengaku pola pendanaan pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Jakarta akan ditentukan dalam waktu dekat. Ada empat skema dalam proyek tersebut.
Menurutnya, ada empat pola yakni pertama melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), PSO, sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Penyertaan Modal Negara (PMN). Nanti yang menentukan Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"LRT di Jakarta kontrak sudah di tandatangani, ada empat, APBN, PSO, sinergi BUMN ataupun dengan PMN. Dalam waktu dekat akan diberikan polanya Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan," ujarnya di Jakarta, Rabu (15/2/2017).
Dia menuturkan, jika tahapan tersebut dapat berlangsung dengan lancar, diharapkan LRT yang ada di Jakarta dan sekitarnya ini akan mulai beroperasi awal 2019. Sehingga, kebutuhan transportasi masyarakat bisa terpenuhi. "Kita harap LRR Jabodebek berjalan baik dan selesai awal 2019," katanya.
Budi menuturkan, proyek LRT cukup menarik bagi kalangan investor. Mereka berdatangan ke Indonesia untuk bisa ikut menggarap. "Investor banyak banget tapi kita harus selektif, koordinatornya BUMN," pungkasnya.
Menurutnya, ada empat pola yakni pertama melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), PSO, sinergi Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan Penyertaan Modal Negara (PMN). Nanti yang menentukan Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
"LRT di Jakarta kontrak sudah di tandatangani, ada empat, APBN, PSO, sinergi BUMN ataupun dengan PMN. Dalam waktu dekat akan diberikan polanya Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan," ujarnya di Jakarta, Rabu (15/2/2017).
Dia menuturkan, jika tahapan tersebut dapat berlangsung dengan lancar, diharapkan LRT yang ada di Jakarta dan sekitarnya ini akan mulai beroperasi awal 2019. Sehingga, kebutuhan transportasi masyarakat bisa terpenuhi. "Kita harap LRR Jabodebek berjalan baik dan selesai awal 2019," katanya.
Budi menuturkan, proyek LRT cukup menarik bagi kalangan investor. Mereka berdatangan ke Indonesia untuk bisa ikut menggarap. "Investor banyak banget tapi kita harus selektif, koordinatornya BUMN," pungkasnya.
(izz)
Lihat Juga :