Fluktuasi Harga Karet Resahkan Petani

Kamis, 16 Februari 2017 - 00:05 WIB
Fluktuasi Harga Karet...
Fluktuasi Harga Karet Resahkan Petani
A A A
DOLOKSANGGUL - Fluktuasi harga karet dalam satu bulan terakhir yang sempat mengalami penurunan hingga Rp5.000 per kilogram telah meresahkan petani. Meski terjadi kenaikan dalam pekan ini menjadi Rp10.000 per kilogram, namun petani masih khawatir bakal terjadi lagi penurunan harga.

Menurut petani karet di Kecamatan Pakkat, Humbahas, Sumatera Utara (Sumut) harga wajar untuk karet yang mereka produksi semestinya berada dikisaran Rp15.000 per kilogram hingga Rp18.000 per kilogram. Anjloknya hargga jual getah karet tersebut mengakibatkan petani getah karet mengalami kerugian yang cukup besar.

Selain itu masyarakat juga kesulitan memenuhi kebutuhan rumah tangga. Pasalnya getah karet merupakan penghasilan utama warga yang tinggal di dataran rendah Humbahas. “Memang terjadi kenaikan hingga Rp 10 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp5 ribu per kilogram. Namun kita masih tetap khawatir. Kita berharap harga ini bisa stabil karena sangat mempengaruhi pendapatan kami,” terang salah seorang petani karet, Martuan Simatupang, 45 di Pakkat.

Warga yang tinggal di Desa Ampar tersebut mengatakan bahwa selama ini mereka menjual getah ke Tebing Tinggi melalui para pengepul. Karena itu mereka tidak mengetahui pasti apa penyebab rendahnya nilai tawar untuk getah karet mereka.

Sebab dari segi kualitas, Simatupang menjamin getah karet mereka masih sesuai dengan pasar yang dibutuhkan masyarakat. “Karena kasus ini juga terjadi di Tapteng. Sehingga kami tidak tau mau jual kemana lagi. Di Tapteng juga harganya sama,” katanya.

Petani karet lainnya, Harlan Sinaga, 35 warga desa Tukka Dolok juga mengeluhkan hal yang sama. Mereka berharap ada solusi yang diberikan kepada petani agar harga tersebut tidak anjlok. Karena masyarakat tidak memiliki pertanian sampingan seperti masyarakat yang tinggal di Dolok Sanggul.

“Kalau di Dolok Sanggul masyarakatnya masih bisa mengelola sayur-sayuran jika harga kopi anjlok. Sementara kami tidak memiliki alternatif usaha pertanian. Karena untuk areal persawahan kami tidak begitu produktif,” katanya.

Sementara itu pengamat pertanian di Tapanuli, Lambas Hutasoit mengatakan bahwa saat ini petani di daerah kususnya untuk penjualan hasil tanaman kebun tidak bisa lepas dari jasa para tengkulak. Sehingga sering terjadi monopoli yang mengakibatkan masyarakat rugi.

Selain itu, pemerintah kususnya dilintas daerah di Tapanuli belum memiliki solusi ampuh untuk mengatasi keberadaan tengkulak untuk tanaman kebun dataran rendah. Sehingga yang harus dilakukan adalah mematangkan petani untuk memahami pasar penjualan karet.

“Karena kasus ini selalu terjadi untuk tanaman kebun. Dan kita tidak tau alasan yang kuat sehingga harga anjlok. Hal seperti ini juga sering dialami para petani kopi dan petani kakao,” katanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
HD : Aspal Karet Peluang...
HD : Aspal Karet Peluang Agar Karet Tidak Bergantung Pada Segmen Harga Internasional
Apkarindo Gelar Rembug...
Apkarindo Gelar Rembug Petani Karet Sumsel, Ini Hasilnya
Krisis Bahan Olahan...
Krisis Bahan Olahan Karet di Sumut Makin Parah, 9 Pabrik Tutup
Perbedaan Nama Daerah...
Perbedaan Nama Daerah di Jakarta: Karet, Karet Kuningan, dan Karet Semanggi
Apkarindo Komitmen Bersama...
Apkarindo Komitmen Bersama Mentan Majukan Lagi Karet Nasional
Industri Karet Alam...
Industri Karet Alam Jadi Akselerator Ekonomi Daerah, Ini Buktinya
Berita Terkini
60 Negara Kena Getok...
60 Negara Kena Getok Tarif Kerja Paksa AS 10-12,5%, Dedengkot BRICS Bakal Balik Melawan
25 menit yang lalu
Beli Rumah Bukan Lagi...
Beli Rumah Bukan Lagi Mimpi! BRI x REI Expo Semarang 2026 Hadirkan KPR Super Ringan
1 jam yang lalu
Petani Sawit Tagih Bukti...
Petani Sawit Tagih Bukti di Balik Klaim Sukses DSI Tutup Gap Harga Ekspor
1 jam yang lalu
Danantara Puji Transformasi...
Danantara Puji Transformasi Digital Jasa Marga Tollroad Command Center
1 jam yang lalu
Tumbuh Bersama GrabModal:...
Tumbuh Bersama GrabModal: Dari Rumah Kontrakan, Mama Khas Banjar Kini Punya Belasan Karyawan
1 jam yang lalu
Ingin Masuk di Pasar...
Ingin Masuk di Pasar Global? Pakar Ungkap Kunci Brand Indonesia Bisa Mendunia
1 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved