Jumlah Pengangguran AS Mulai Berkurang di Luar Prediksi

Jum'at, 17 Februari 2017 - 13:40 WIB
Jumlah Pengangguran...
Jumlah Pengangguran AS Mulai Berkurang di Luar Prediksi
A A A
WASHINGTON - Angka pengangguran di Amerika Serikat (AS) mengalami peningkatan, namun lebih rendah dari prediksi sebelumnya untuk memberikan sinyal sektor ketenagakerjaan menguat. Klaim awal pengangguran meningkat 5.000 menjadi 239.000 secara musiman yang berakhir pada 11 Februari menurut data Departemen Tenaga Kerja.

Sementara warga Amerika yang mengajukan aplikasi untuk tunjangan pengangguran pada pekan lalu lebih sedikit dibandingkan perkiraan sebelumnya, ketika pasar tenaga kerja mulai menguat. Perkiraan rata-rata dalam survei menunjukkan sebanyak 245.000 aplikasi. Klaim pengangguran meneruskan penurunan tipis.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (17/2/2017) data pada pekan sebelumnya diklaim berada di bawah level 300.000, atau ambang batas terkait penguatan pasar tenaga kerja secara beruntun. Kondisi ini menjadi yang terpanjang sejak tahun 1970, ketika pasar tenaga kerja jauh lebih rendah.

Pasar tenaga kerja mendekati posisi puncak dengan tingkat pengangguran pada level 4,8%. Ekonom yang disurvei oleh Reuters telah meramalkan pertama kalinya aplikasi untuk tunjangan pengangguran di AS akan naik menjadi 245.000 pada pekan terbaru bulan ini.

Analis departemen tenaga kerja mengatakan tidak ada faktor-faktor khusus yang mempengaruhi data pekan lalu. Pergerakan dalam empat pekan beruntun diklaim berada pada tren positif yang sebelumnya bertambah sampai 500 menjadi 245.250.

Laporan terbaru juga menunjukkan jumlah orang yang menerima tunjangan pengangguran diklaim tergelincir sebesar 3.000 dari 2,08 juta di pekan terakhir pada 4 Februari. Selama empat pekan rata-rata terus lebih tinggi 245.250 dari 2,08 juta, ketika sebelumnya pekan lalu 244.750.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
3 Sinyal Ekonomi Amerika...
3 Sinyal Ekonomi Amerika Serikat di Ambang Resesi
Gawat! Amerika Serikat...
Gawat! Amerika Serikat Berada di Tepi Jurang Resesi Ekonomi
Temui Bos Perusahaan...
Temui Bos Perusahaan Raksasa di AS, Presiden Prabowo: Mereka Percaya dengan Ekonomi Indonesia
Survei Ungkap Kondisi...
Survei Ungkap Kondisi Keuangan Mayoritas Orang Amerika Memburuk
Wisatawan Asing Mulai...
Wisatawan Asing Mulai Berkurang, Ekonomi AS Diprediksi Rugi Rp1.511 Triliun
Ekonomi AS Panas Dingin...
Ekonomi AS Panas Dingin Diterpa Panasnya Suasana Pemilihan Presiden
Berita Terkini
Fokus Tumbuh Berkelanjutan,...
Fokus Tumbuh Berkelanjutan, Pegadaian Perkuat Strategi Lewat Sales Town Hall 2026
47 menit yang lalu
Rebut Harta Karun Dinasti...
Rebut Harta Karun Dinasti Assad, Prancis Pulangkan Aset Rp1 Triliun ke Suriah!
1 jam yang lalu
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
2 jam yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
2 jam yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
3 jam yang lalu
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved