China Menghabiskan Investasi USD1,15 Triliun untuk Proyek Besar

Jum'at, 17 Februari 2017 - 15:34 WIB
China Menghabiskan Investasi...
China Menghabiskan Investasi USD1,15 Triliun untuk Proyek Besar
A A A
JAKARTA - China telah menghabiskan investasi mencapai 7,92 triliun yuan atau setara dengan USD1,15 triliun dalam proyek-proyek besar hingga akhir 2016, seperti yang disampaikan perencanaan negara. Pembangunan Nasional dan Komisi Investasi (NDRC) merilis data tersebut sebelum menggelar pertemuan reguler di Beijing.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (17/2/2017) tercatat sekitar 30% dari total investasi yakni sebesar 2,39 triliun yuan digelontorkan ke proyek-proyek infrastruktur besar seperti sektor informasi, minyak dan gas (migas) berdasarkan data NDRC. China juga mengucuri dana sekitar 22% dari total investasi dalam proyek besar lainnya yakni transportasi termasuk pembangunan kereta api, jalan raya hingga bandara.

Negeri berjuluk Tirai Bambu itu juga menaruh perhatian serius pada pengembangan energi baru dan terbarukan dengan investasi 1,18 triliun yuan atau sekitar 15% dari keseluruhan investasi untuk mendapatkan energi bersih. Sementara dana sekitar 679,9 miliar yuan telah dihabiskan dalam upaya mengurangi masalah polusi seperti proyek-proyek pencegahan polusi udara.

Sebagai perbandingan, China telah menghabiskan dana sebesar 30,4 miliar yuan dalam proyek-proyek besar yang ditujukan untuk mengupgrade seperti halnya sektor manufaktur dan meningkatkan "inti daya saing sektor", menurut NDRC. Di sisi lain sebelumnya Indeks manajer pembelian manufaktur (PMI) China dari Caixin Media yang baru dirilis turun tipis pada Januari berada di angka 51,0 dari bulan sebelumnya 51,9. Hal ini menunjukkan pertumbuhan ekonomi negara itu tetap berada dijalur positif.

PMI pada Desember merupakan yang tertinggi dalam hampir empat tahun dan meskipun mereda pada Januari, namun tetap terhitung tumbuh untuk bulan ketujuh, menunjukkan pertumbuhan yang stabil dari ekonomi terbesar kedua di dunia, kata para analis. "Ekonomi China mempertahankan pertumbuhan yang stabil pada Januari," kata Zhong Zhengsheng, direktur analisis makro ekonomi CEBM Group.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ekonomi China Pulih,...
Ekonomi China Pulih, Tumbuh 4,9 Persen Kuartal III 2020
Krisis Ekonomi China...
Krisis Ekonomi China Pengaruhi Ekspor Impor Dalam Negeri
Gelombang Covid-19 Kembali...
Gelombang Covid-19 Kembali Hantam Ekonomi Tiongkok
Menteri Keuangan Waspadai...
Menteri Keuangan Waspadai Situasi Kontraksi Ekonomi China
Momen Unik saat Presiden...
Momen Unik saat Presiden Prabowo Bicara Bahasa Tiongkok di Beijing
China Rebound, Bidik...
China Rebound, Bidik Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6%
Berita Terkini
Harga Minyak Dunia Kembali...
Harga Minyak Dunia Kembali Tembus USD100 per Barel, Pertalite Bakal Naik?
1 menit yang lalu
Perluas Akses Asuransi,...
Perluas Akses Asuransi, IFG Life Gandeng Bank Papua Lindungi Debitur KPR
33 menit yang lalu
IHSG Ditutup Anjlok...
IHSG Ditutup Anjlok 1,88% ke 6.196, Hampir Seluruh Sektor Merana
47 menit yang lalu
BRI dan Kembara Nusa...
BRI dan Kembara Nusa Sinergi Perluas Layanan Kesehatan Gigi di Wilayah 3T
1 jam yang lalu
Cegah Penyelundupan,...
Cegah Penyelundupan, Barantin dan Bea Cukai Siapkan Pengawasan Bersama
1 jam yang lalu
Kendalikan Konsumsi...
Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
1 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Argentina Ditantang Cape Verde
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved