Karut Marut Freeport Dinilai Makin Kusut

Selasa, 21 Februari 2017 - 09:52 WIB
Karut Marut Freeport...
Karut Marut Freeport Dinilai Makin Kusut
A A A
JAKARTA - Karut marut permasalahan PT Freeport Indonesia (PTFI) dengan pemerintah hingga kini belum kunjung usai. Pemerintah bersikukuh dengan peraturan-peraturan yang ada.

Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, jauh hari sebelum pemerintahan saat ini meskipun di era Presiden Jokowi telah ada pembaruan atas peraturan penambangan.

Sementara itu, Freeport tidak kalah bersikukuh untuk tidak mau mengubah haluan seperti yang diminta pemerintah dengan landasan hukum peraturan yang pernah dibuat di era Presiden Susila Bambang Yudhoyono (SBY).

Karut marut ini terus berlanjut manakala Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mulai menanggapi ancaman Freeport. Seperti diketahui, Freeport berencana menyeret pemerintah Indonesia ke Badan Arbitrase Internasional terkait persoalan perubahan status dari kontrak karya (KK) menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK).

"Bahkan lewat sindirannyanya, Pak Menteri pun bertanya, Freeport mau berbisnis atau berperkara," ujar Reza melalui keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (21/2/2017).

Dari pengamatan Reza, pemerintah kali ini telah memberikan kelonggaran di mana tidak terlalu ketat. Terlihat dari sikap pemerintah yang masih mau untuk membuka pintu perundingan atau negosiasi guna mencari titik temu permasalahan perubahan status KK menjadi IUPK.

"Pemerintah mengajukan dua opsi, di mana melakukan perubahan atau konversi dengan melepas status KK dan menggantinya menjadi IUPK maupun harus tunduk pada kewajiban perpajakan prevailing (berubah-ubah) dan divestasi 51% secara bertahap. Tetapi, Freeport tidak menginginkan keduanya," tutur dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
4 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
4 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
5 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
6 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
6 jam yang lalu
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
7 jam yang lalu
Infografis
Aksi Premanisme Makin...
Aksi Premanisme Makin Marak Terjadi di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved