Bursa Asia Mayoritas Datar, IHSG Dibuka Berhasil Menghijau

Rabu, 22 Februari 2017 - 09:12 WIB
Bursa Asia Mayoritas...
Bursa Asia Mayoritas Datar, IHSG Dibuka Berhasil Menghijau
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini menguat meski kemarin ditutup memerah. IHSG hari ini dibuka naik 12,54 poin atau 0,23% ke level 5.353,53 saat bursa saham Asia mayoritas mendatar.

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah 18,30 poin atau 0,34% ke level 5.340,99. Hal tersebut terjadi saat bursa saham Asia mixed.

Sektor saham dalam negeri hampir semuanya menguat dengan sektor konsumer menjadi penopang tertinggi sebesar 0,62% sedangkan sektor yang melemah hanya pertambangan turun 0,13%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp19 miliar dengan 24 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi hari ini dan transaksi bersih asing mencapai Rp234,76 juta dengan aksi jual asing sebesar Rp10,45 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp10,69 miliar. Tercatat 22 saham menguat, 8 melemah dan 15 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) naik Rp150 menjadi Rp8.400, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) naik Rp150 menjadi Rp42.900, dan Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik Rp100 menjadi Rp12.000.

Sementara, beberapa saham yang melemah di antranaya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun Rp100 menjadi Rp15.400, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) turun Rp100 menjadi Rp11.150, dan PT United Tractors Tbk (UNTR) turun Rp75 menjadi Rp24.400.

Seperti dilansir CNBC, Rabu (22/2/2017) bursa saham Asia diperdagangkan sebagian besar mendatar meskipun pasar saham Amerika Serikat menguat, karena investor menunggu rincian kebijakan dari pemerintahan Donald Trump terkait reformasi pajak dan deregulasi.

Di Jepang, Indeks Nikkei 225 diperdagangkan fraksional lebih rendah di posisi 19.368,96, sementara di Selat Korea, Indeks Kospi naik 0,02% menjadi 2.102,55. Saham Toshiba naik 5,93% pada awal perdagangan, saham Toyota naik 0,1%, saham Sony naik 1,36%, dan Canon bertambah 0,52%.

Di Australia, Indeks ASX 200 diperdagangkan turun 0,15%, dengan saham Commonwealth Bank of Australia jatuh 2,82% di perdagangan pagi. Saham Australia Blackmores turun 7,8% setelah perusahaan melaporkan laba bersih dalam enam bulan jatuh 4%$ menjadi 28,5 juta dolar Australia (USD21.900.000) dibandingkan harapan analis 75.800.000 dola Australia.

BHP Billiton diperdagangkan turun 0,34% setelah penambang Anglo Australia melaporkan laba bersih semester pertama naik hampir delapan kali lipat menjadi USD3,24 miliar dari tahun sebelumnya yang sebesar USD412 juta, namun masih masih di bawah perkiraan sebesar USD3,4 miliar.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Rebound Usai Anjlok...
IHSG Rebound Usai Anjlok 6, Kepercayaan Investor Kembali
Jelang Akhir Tahun,...
Jelang Akhir Tahun, IHSG Ditutup Menguat di Level 6.860
IHSG Anjlok 9%, Perdagangan...
IHSG Anjlok 9%, Perdagangan Saham Dihentikan
IHSG Dibuka Menghijau,...
IHSG Dibuka Menghijau, Tembus di Level 7000
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Melemah
IHSG Ditutup di Zona...
IHSG Ditutup di Zona Merah, Anjlok 4,88 Persen
Berita Terkini
Italia Boncos, Bayar...
Italia Boncos, Bayar Rp500 Juta per Hari Cuma Buat Parkir Superyacht Sitaan Milik Miliarder Rusia
42 menit yang lalu
ADVAN Universe 2026...
ADVAN Universe 2026 Digelar di Bandung, Perkuat Ekosistem Talenta Digital
50 menit yang lalu
Obat Generik Bebas Tarif...
Obat Generik Bebas Tarif 2 Tahun, Lalu Melonjak Jadi 200%
2 jam yang lalu
Jasaraharja Putera Raih...
Jasaraharja Putera Raih Pertumbuhan Berkelanjutan dan RBC Capai 371,90%
3 jam yang lalu
Pelabuhan Patimban Resmi...
Pelabuhan Patimban Resmi Layani Impor Perdana, Komponen Mobil Listrik BYD Lanjut ke Pabrik Subang
4 jam yang lalu
Kinerja Positif 2025,...
Kinerja Positif 2025, Jasa Raharja Catatkan Laba Bersih Rp2,30 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
Khamenei Tewas, 4 Nama...
Khamenei Tewas, 4 Nama Masuk Bursa Calon Pemimpin Tertinggi Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved