Kisruh Freeport Indonesia Berujung Derita di Lantai Bursa

Minggu, 26 Februari 2017 - 06:00 WIB
Kisruh Freeport Indonesia...
Kisruh Freeport Indonesia Berujung Derita di Lantai Bursa
A A A
Kisruh Freeport dengan pemerintah Indonesia bukan hanya berujung dari ketidakjelasan ribuan pekerja, tapi berdampak buruk di lantai bursa.

Mengutip data Yahoo Finance, pada penutupan perdagangan Rabu kemarin (22/2/2017) harga saham FCX (kode saham Freeport McMoran) turun 2,83% ke level US$13,73. Kalau melihat rentang satu bulan, saham FCX sudah ambrol sekitar 19%.

Lunglainya saham FCX tak lepas dari aksi jual sejumlah investor. Makanya, ada sejumlah analis di sana yang kemudian memangkas target saham Freeport hingga ke level USD 12,50 per saham. Malahan, seperti yang dilaporkan Streetinsider.com, analis Deutsche Bank merekomendasikan untuk menjual saham FCX.

Deutsche Bank menaksir nilai saham PTFI di Grasberg sebesar USD 17,8 miliar, setara USD 8,3 per lembar, turun dari USD 12,9 miliar atau USD 9,1 per lembar. Analis Deutsche juga menilai Tambang Grasberg memiliki kualitas tinggi, berumur panjang, berbiaya rendah, tetapi risiko operasional dan kepemilikannya berlanjut meningkat.

Analis saham dalam negeri Reza Priyambada memiliki penilaian tersendiri. Menurutnya, bila perseteruan ini tidak kunjung menemukan titik terang, pelemahan akan berlanjut dalam waktu lama. "Pasar akan terus bereaksi negatif. Ini akan jadi bumerang bagi Freeport," katanya kepada SINDO Weekly.

Bagaimana nasib saham Freeport di lantai bursa? Secara lugas Majalah SINDO Weekly, Edisi 52/V/2017, yang terbit Senin (27/2/2017) mengulasnya untuk Anda.
Kisruh Freeport Indonesia Berujung Derita di Lantai Bursa
(bbk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Beroperasi Lebih...
Smelter Beroperasi Lebih Cepat, CEO Freeport-McMoRan Turun Langsung ke Gresik
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
Berita Terkini
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
1 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
1 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
1 jam yang lalu
BRIN Apresiasi Program...
BRIN Apresiasi Program Konservasi Astra Agro Dukung Target Biodiversitas
2 jam yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Mager di Rp2,73 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved