Ancam PHK Massal, Freeport Dinilai Tak Punya Itikad Baik

Senin, 27 Februari 2017 - 11:00 WIB
Ancam PHK Massal, Freeport...
Ancam PHK Massal, Freeport Dinilai Tak Punya Itikad Baik
A A A
JAKARTA - Dalam kasus dengan PT Freeport Indonesia (PTFI), pemerintah memiliki kewajiban untuk melindungi kepentingan nasional dan karenanya langkah pemerintah yang meminta Freeport untuk mematuhi ketentuan terbaru soal perubahan status dari kontrak karya (KK) menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK) adalah hal yang tepat.

Dengan status baru itu posisi Indonesia diyakini lebih diuntungkan yang diperoleh dari besarnya pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dalam IUPK ditetapkan berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan. Melalui perubahan tersebut maka mau atau tidak mau, besaran pajak yang kelak harus dibayar Freeport dapat berubah ketika ada perubahan peraturan.

"Keengganan Freeport untuk mengikuti aturan yang ada dengan kemudian mengancaman pemerintah dengan akan melakukan PHK dan menempuh jalur arbitrase, menunjukan tidak adanya itikad baik dari perusahaan asal Amerika tersebut," ujar Peneliti Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia (Lesperssi) Yusa Djuyandi melalui keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (26/2/2017).

Dia menambahkan dalam menghadapi ancaman Freeport, pemerintah sebagai pelaksana kekuasaan dari negara yang berdaulat tidak boleh memposisikan dirinya sebagai pihak yang bergantung. Sikap tegas Presiden Joko Widodo (Jokowi) dam pemerintah terhadap perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) itu jika tidak mematuhi peraturan merupakan hal yang patut diapresiasi.

Lebih lanjut dia menerangkan harapannya dalam realisasi adalah pemerintah tidak mengendurkan serta mengecualikan Freeport dari ketentuan yang sudah ditetapkan. Ancaman Freeport terhadap pemerintah bisa saja muncul karena mereka menganggap dirinya punya kekuatan lebih dibanding pemerintah yang punya banyak ketergantungan terhadap Freeport.

"Ketegasan sikap politik pemerintah terhadap Freeport dapat menjadi menunjukan bahwa bangsa ini memiliki harga diri dan tidak menjadi subordinat dari perusahaan asing yang telah lama bercokol di tanah air," kata Yusa.

Menurutnya, keinginan Presiden Jokowi untuk mencari jalan keluar atas persoalan Freeport diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat. Dalam kasus ini, Yusa melihat tidak akan ada yang dirugikan dalam hal jika Freeport harus merubah konsep usahanya karena masing-masing pihak akan mendapatkan keuntungan yang sama besarnya.

"Freeport selaku penanam modal tidak perlu khawatir usahanya akan terganggu. Di sisi lain bangsa Indonesia akan banyak mendapat keuntungan dari usaha yang dilakukan oleh Freeport, di mana pajak dan bagi hasil yang didapatkan bisa diperuntukan untuk membangun dan mensejahterakan," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Pertamina NRE Akselerasi...
Pertamina NRE Akselerasi Pembangunan PLTS di Lahan Pascatambang PTBA
4 menit yang lalu
Thailand Week 2026 Kembali...
Thailand Week 2026 Kembali Digelar, Perkuat Pasar Bilateral
21 menit yang lalu
Perkuat Penyimpanan...
Perkuat Penyimpanan Pangan di Kalsel, Titiek Soeharto Resmikan Gudang Bulog Kapasitas 3.500 Ton
47 menit yang lalu
Kejar Pendapatan per...
Kejar Pendapatan per Kapita RI Lampaui USD15 Ribu, Purbaya Ungkap Kuncinya
52 menit yang lalu
Perluas Produk Unggulan...
Perluas Produk Unggulan Maluku, 11,6 Ton Frozen Tuna Loin Diekspor ke Thailand
1 jam yang lalu
Rupiah Sentuh Rp17.963,...
Rupiah Sentuh Rp17.963, Hari Ini Berakhir Sedikit Menguat Lawan Dolar AS
2 jam yang lalu
Infografis
5 Pabrik Bakal Ditutup,...
5 Pabrik Bakal Ditutup, Gelombang PHK Ancam Karyawan Kimia Farma
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved