Tarif Listrik Bersubsidi Dinikmati 60% Orang Kaya di Indonesia

Selasa, 28 Februari 2017 - 22:36 WIB
Tarif Listrik Bersubsidi...
Tarif Listrik Bersubsidi Dinikmati 60% Orang Kaya di Indonesia
A A A
YOGYAKARTA - Penerapan subsidi listrik tepat sasaran memang sudah seharusnya dilakukan. Selama ini subsidi yang diberikan dalam bentuk tarif 70% lebih dinikmati oleh 60% golongan masyarakat berpenghasilan tinggi atau orang kaya di negara ini.

Kepala Subdit Penetapan Harga Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Jusman Hutajulu mengungkapkan, subsidi listrik yang diberikan pemerintah sangat besar, bahkan pernah mencapai Rp100 triliun. Dan penerima subsidi listrik tercatat sekitar 46 juta pelanggan, masing-masing untuk 900 VA sebanyak 23 juta dan 450 VA sebanyak 23 juta.

"Padahal data terpadu penanganan fakir miskin, yang berhak mendapat subsidi sebesar 18,75 juta pelanggan," tuturnya dalam Focus Discussion Group (FGD) Sosialisasi Subsidi Listrik Tepat Sasaran di Universitas Gadjah Mada, Selasa (28/2/2017).

Penghapusan subsidi bagi pelanggan mampu secara bertahap sebenarnya sudah dilakukan oleh pemerintah sejak 2013 lalu. Tahun 2013, setidaknya ada empat golongan pelanggan yang subsidinya dicabut.

Pada 2014 ada lagi penghapusan subsidi terhadap tujuh golongan pelanggan. Pada 2015 ada tarif adjusment (penyesuaian) terhadap 12 golongan pelanggan. Kini, tahun 2017, adanya rencana penyesuaian tarif rumah tangga.

Sejak pencabutan dan penyesuaian subsidi, jumlah subsidi yang dikeluarkan pemerintah terus mengalami penurunan. Tahun 2012, subsidi listrik dari pemerintah masih Rp103,33 triliun. Tahun 2013 menurun sedikit menjadi Rp101,21 Triliun. Tahun 2014 turun menjadi Rp99,3 triliun.

Tahun 2015 turun menjadi Rp56,55 triliun, sementara alokasi subsidi dari pemerintah di tahun 2016 sebanyak Rp38,39 triliun dari kebutuhan sebesar Rp65,15triliun. Dan 2017 ini, badan anggaran menganggarkan hanya Rp44,55 triliun.

Penurunan tersebut terjadi karena ada penerapan subsidi listrik tepat sasaran. "Jadi 20 juta pelanggan nanti akan dicabut subsidinya," ungkapnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PLN Sudah Terima Kompensasi...
PLN Sudah Terima Kompensasi dari Pemerintah Rp24,6 Triliun
Alasan PLN Matikan Listrik...
Alasan PLN Matikan Listrik Pelanggan saat Hujan Deras
Viral, Tiang Listrik...
Viral, Tiang Listrik Berdiri di Tanah Warga, Mau Dipindah PLN Minta Rp12,6 Juta
Kompor Induksi Buat...
Kompor Induksi Buat Hidup Jadi Lebih Praktis, Nyaman dan Hemat
Luhut Pastikan Pasokan...
Luhut Pastikan Pasokan Batubara ke PLN Aman Tanpa Subsidi
Ratusan KK di Kabupten...
Ratusan KK di Kabupten Muara Enim Hidup Tanpa Listrik
Berita Terkini
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
43 menit yang lalu
BRI Hadirkan KKB Expo...
BRI Hadirkan KKB Expo Serentak di 131 Titik, Tawarkan Berbagai Promo Spesial untuk Masyarakat
1 jam yang lalu
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut dan Polda Sumut Sinergi Percepat Normalisasi Distribusi BBM
2 jam yang lalu
Yamaha Grand Filano...
Yamaha Grand Filano Hybrid Tawarkan Gaya Kalcer, Konsumsi BBM Diklaim Capai 60 Km per Liter
2 jam yang lalu
Produktivitas Kebun...
Produktivitas Kebun Sawit Sitaan Negara Menurun, Muncul Desakan Audit Total
2 jam yang lalu
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved