IHSG Dibuka Balik Menyusut Saat Bursa Asia Memerah
Jum'at, 03 Maret 2017 - 09:55 WIB
IHSG Dibuka Balik Menyusut Saat Bursa Asia Memerah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan akhir pekan hari ini balik menyusut seiring memerahnya mayoritas bursa utama Asia. IHSG pada sesi pagi melemah sebesar 11,20 poin atau 0,21% ke level 5.397,06.
Sementara pada perdagangan kemarin, IHSG berakhir menguat tajam hingga sebesar 45,20 poin atau 0,84% ke level 5.408,25. Penguatan bursa saham Tanah Air ini didukung menguatnya semua sektor, dimana sektor konsumer menguat tertinggi sebesar 1,40%.
Pada perdagangan hari ini sektor saham dalam negeri bergerak variatif saat perdagangan jatuh cukup dalam sebesar 0,36% diikuti pelemahan sektor konsumer mencapai 0.29%. Sektor yang mengalami penguatan di antaranya aneka industri 0,51% dan industri dasar 0,25%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp972 miliar dengan 2,46 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp20,82 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp221,3 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp200,53 miliar. Tercatat 97 saham menguat, 105 melemah dan 91 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) naik Rp100 menjadi Rp3.940, PT Astra International Tbk. (ASII) bertambah Rp75 menjadi Rp8.550 dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) meningkat Rp50 menjadi Rp5,450.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.025 menjadi Rp64.825, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) berkurang Rp200 menjadi Rp6,500 serta PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) menyusut Rp75 menjadi Rp6.175.
Seperti dilansir CNBC, Jumat (3/3/2017) mayoritas bursa Asia di awal perdagangan lebih rendah mengikuti jejak penurunan bursa saham AS. Di Jepang, indeks Nikkei lebih rendah ke level 19.559,95 saat saham perbankan berjuang mencetak keuntungan, sedangkan Mitsubishi UFJ turun 0,38% diikuti Mizuho yang bergerak flat.
Beberapa saham perusahaan eksportir variatif, ketika saham Toyota naik 0,25% mengiringi lonjakan Nissan 0,44%. Tapi Mitsubishi Electric jatuh 0,53 % dan Nikon mengalami penurunan 0,46%. Yen sendiri diperdagangkan pada level 114.36 terhadap USD, melemah mendekati level terendah 111.60 pada awal pekan ini.
Di seberang Selat Korea, kejatuhan juga dialami indeks Kospi sebesar 0,68% saat saham ritel mengalami tekanan cukup besar di awal perdagangan. Terlihat saham Lotte menyusut 4,44%, Hyundai Department Store turun 2,35% dan Shinsegae kehilangan 6,48%.
Bursa utama Australia ASX 200 juga jatuh 0,97% dalam perdagangan pagi, dengan sebagian besar sektor perdagangan lebih rendah. Sedangkan sektor keuangan turun 0,91% di tengah perjuangan bak-bank besar mencetak hasil positif. Saham ANZ turun 0,89%, Commonwealth Bank of Australia melemah sebesar 0,87%, Westpac lebih rendah 1,08% dan National Australia Bank jatuh 0,99%.
Sementara pada perdagangan kemarin, IHSG berakhir menguat tajam hingga sebesar 45,20 poin atau 0,84% ke level 5.408,25. Penguatan bursa saham Tanah Air ini didukung menguatnya semua sektor, dimana sektor konsumer menguat tertinggi sebesar 1,40%.
Pada perdagangan hari ini sektor saham dalam negeri bergerak variatif saat perdagangan jatuh cukup dalam sebesar 0,36% diikuti pelemahan sektor konsumer mencapai 0.29%. Sektor yang mengalami penguatan di antaranya aneka industri 0,51% dan industri dasar 0,25%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp972 miliar dengan 2,46 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp20,82 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp221,3 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp200,53 miliar. Tercatat 97 saham menguat, 105 melemah dan 91 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Panin Sekuritas Tbk. (PANS) naik Rp100 menjadi Rp3.940, PT Astra International Tbk. (ASII) bertambah Rp75 menjadi Rp8.550 dan PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) meningkat Rp50 menjadi Rp5,450.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp1.025 menjadi Rp64.825, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) berkurang Rp200 menjadi Rp6,500 serta PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) menyusut Rp75 menjadi Rp6.175.
Seperti dilansir CNBC, Jumat (3/3/2017) mayoritas bursa Asia di awal perdagangan lebih rendah mengikuti jejak penurunan bursa saham AS. Di Jepang, indeks Nikkei lebih rendah ke level 19.559,95 saat saham perbankan berjuang mencetak keuntungan, sedangkan Mitsubishi UFJ turun 0,38% diikuti Mizuho yang bergerak flat.
Beberapa saham perusahaan eksportir variatif, ketika saham Toyota naik 0,25% mengiringi lonjakan Nissan 0,44%. Tapi Mitsubishi Electric jatuh 0,53 % dan Nikon mengalami penurunan 0,46%. Yen sendiri diperdagangkan pada level 114.36 terhadap USD, melemah mendekati level terendah 111.60 pada awal pekan ini.
Di seberang Selat Korea, kejatuhan juga dialami indeks Kospi sebesar 0,68% saat saham ritel mengalami tekanan cukup besar di awal perdagangan. Terlihat saham Lotte menyusut 4,44%, Hyundai Department Store turun 2,35% dan Shinsegae kehilangan 6,48%.
Bursa utama Australia ASX 200 juga jatuh 0,97% dalam perdagangan pagi, dengan sebagian besar sektor perdagangan lebih rendah. Sedangkan sektor keuangan turun 0,91% di tengah perjuangan bak-bank besar mencetak hasil positif. Saham ANZ turun 0,89%, Commonwealth Bank of Australia melemah sebesar 0,87%, Westpac lebih rendah 1,08% dan National Australia Bank jatuh 0,99%.
(akr)
Lihat Juga :