IHSG Sesi I Memerah Saat Rupiah Makin Terpuruk
Jum'at, 03 Maret 2017 - 12:02 WIB
IHSG Sesi I Memerah Saat Rupiah Makin Terpuruk
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan sesi siang masih berada di zona merah, untuk melanjutkan tren negatif sejak sesi pembukaan pagi tadi. Pelemahan pasar saham Tanah Air mengiringi pergerakan rupiah yang semakin terperosok.
IHSG pada perdagangan sesi I hari ini turun ke level 5.394,00 atau menyusut 14,25 poin yang setara dengan 0,26%. Pada pembukaan pagi tadi, bursa Tanah Air kehilangan 11,20 poin atau 0,21% ke level 5.397,06 dan kemarin berakhir menguat tajam hingga sebesar 45,20 poin atau 0,84% ke level 5.408,25.
Hingga siang hari ini sektor saham dalam negeri secara keseluruhan melemah dipimpin kejatuhan terdalam pada sektor perdagangan 0,81% dan sektor pertambangan berkurang 0.80%. Sedangkan sektor aneka industri bertambah 0,57% diikuti industri dasar 0,26%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia siang ini tercatat sebesar Rp3,03 triliun dengan 5,49 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp24,79 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,02 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,04 triliun. Tercatat 105 saham naik, 176 melemah dan 97 mendatar.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) meningkat Rp250 menjadi Rp13.175, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) bertambah Rp75 menjadi Rp6.300 dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) melompat Rp50 menjadi Rp4.800.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp825 menjadi Rp65.025, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) berkurang Rp200 menjadi Rp6.500 dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) menyusut Rp100 menjadi Rp2.050.
Di sisi lain nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada siang hari ini semakin terpuruk, setelah beberapa hari terakhir berada di bawah tekanan. Pergerakan rupiah semakin mendekati level Rp13.400/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, siang ini rupiah berada pada level Rp13.373/USD atau memburuk dari penutupan kemarin pada posisi Rp13.357/USD. Rupiah menyusut siang ini dengan kisaran harian Rp13.365-Rp13.397/USD.
Pelemahan juga terlihat pada Yahoo Finance, dimana rupiah sesi I berada di level Rp13.370/USD. Kondisi ini menunjukkan mata uang Garuda tidak lebih baik dan coba keluar dari tekanan dibandingkan kemarin Rp13.355/USD dengan pergerakan di kisaran level Rp13.355-Rp13.405/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah juga berada dalam jalur negatif di level Rp13.375/USD. Posisi ini melemah dibandingkan sebelumnya Rp13.361/USD.
IHSG pada perdagangan sesi I hari ini turun ke level 5.394,00 atau menyusut 14,25 poin yang setara dengan 0,26%. Pada pembukaan pagi tadi, bursa Tanah Air kehilangan 11,20 poin atau 0,21% ke level 5.397,06 dan kemarin berakhir menguat tajam hingga sebesar 45,20 poin atau 0,84% ke level 5.408,25.
Hingga siang hari ini sektor saham dalam negeri secara keseluruhan melemah dipimpin kejatuhan terdalam pada sektor perdagangan 0,81% dan sektor pertambangan berkurang 0.80%. Sedangkan sektor aneka industri bertambah 0,57% diikuti industri dasar 0,26%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia siang ini tercatat sebesar Rp3,03 triliun dengan 5,49 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp24,79 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,02 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp1,04 triliun. Tercatat 105 saham naik, 176 melemah dan 97 mendatar.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) meningkat Rp250 menjadi Rp13.175, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) bertambah Rp75 menjadi Rp6.300 dan PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (BDMN) melompat Rp50 menjadi Rp4.800.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp825 menjadi Rp65.025, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) berkurang Rp200 menjadi Rp6.500 dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) menyusut Rp100 menjadi Rp2.050.
Di sisi lain nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada siang hari ini semakin terpuruk, setelah beberapa hari terakhir berada di bawah tekanan. Pergerakan rupiah semakin mendekati level Rp13.400/USD.
Berdasarkan data Bloomberg, siang ini rupiah berada pada level Rp13.373/USD atau memburuk dari penutupan kemarin pada posisi Rp13.357/USD. Rupiah menyusut siang ini dengan kisaran harian Rp13.365-Rp13.397/USD.
Pelemahan juga terlihat pada Yahoo Finance, dimana rupiah sesi I berada di level Rp13.370/USD. Kondisi ini menunjukkan mata uang Garuda tidak lebih baik dan coba keluar dari tekanan dibandingkan kemarin Rp13.355/USD dengan pergerakan di kisaran level Rp13.355-Rp13.405/USD.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah juga berada dalam jalur negatif di level Rp13.375/USD. Posisi ini melemah dibandingkan sebelumnya Rp13.361/USD.
(akr)
Lihat Juga :