Terinspirasi Trump, Miliarder Ini Dikabarkan Bakal Maju di Pilpres AS
Sabtu, 04 Maret 2017 - 07:10 WIB
Terinspirasi Trump, Miliarder Ini Dikabarkan Bakal Maju di Pilpres AS
A
A
A
NEW JERSEY - Terpilihnya miliarder Donald John Trump sebagai Presiden Amerika Serikat, mengilhami beberapa pengusaha di Negeri Paman Sam untuk maju dalam Pilpres 2020 mendatang.
Melansir dari CNBC, Sabtu (4/3/2017), beberapa pengusaha meski tidak memiliki pengalaman politik, seperti halnya Trump, disebut-sebut akan maju dalam pemilihan empat tahun mendatang. Lantas siapa saja mereka?
Howard Schultz
Kedai kopi Starbucks mungkin tidak asing bagi Anda untuk kongkow-kongkow bersama teman. Namun bila disebut nama Howard Schultz, mungkin sebagian pembaca akan mengernyitkan dahi. Di Amerika Serikat, Schultz identik dengan Starbucks. Ia merupakan CEO Starbucks dan sosok yang berada dibalik ketenaran nama kedai kopi dengan logo Siren.
Dalam mitologi Yunani, Siren merupakan sosok puteri duyung yang suka menghanyutkan hati para pelaut dengan suaranya yang merdu. Pemilihan logo Siren bisa jadi untuk menghanyutkan hati konsumen untuk menyeruput kopi Starbucks.
Kembali ke Schultz, ia merupakan sosok pengusaha yang tidak mengenal kata “mustahil”. “Saya tidak akan pernah mengatakan ‘tidak pernah’,” katanya kepada CNN, beberapa waktu lalu.
Meski secara langsung belum menyatakan diri maju sebagai calon Presiden AS masa mendatang, namun nama Schultz santer dikabarkan bakal maju sebagai orang nomor satu di Negeri Paman Sam. Hal ini ditambah dengan keputusannya mengundurkan diri sebagai CEO Starbucks pada April 2017.
Bob Iger
The Hollywood Reporter pernah menulis berdasarkan sumber mereka, bahwa Iger mengatakan kepada teman-temannya sedang mempertimbangkan diri untuk maju dalam Pilpres AS tahun 2020, sebagai calon dari Partai Demokrat.
Iger sendiri saat ini merupakan CEO dari Disney dan memiliki banyak kontak dalam Partai Demokrat, termasuk keakraban dengan Al Gore, mantan Wakil Presiden AS era Bill Clinton.
Mark Cuban
Bagi penggemar basket NBA, sosok Mark Cuban bukan hal asing. Selain seoarang miliarder, ia merupakan pemilik dari Dallas Mavericks. Cuban sendiri merupakan salah satu donatur Barack Obama dalam kampanye Pilpres AS pada 2008 dan 2012. Bahkan pada 2016 lalu, ia juga aktif ikut menemani kampanye Hillary Clinton.
Kepada Business Insider, Cuban sendiri telah mengisyaratkan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai Presiden AS pada Pilpres 2020. Dan pria kelahiran Pittsburgh, Pennsylvania, itu memang memiliki hubungan kurang baik dengan Presiden Trump.
Cuban kerap mengkitik gaya manajemen Trump yang dianggap kontroversial. Sementara Trump pernah menulis dalam ciutan di Twitter bahwa Cuban tidak cukup pintar untuk menjadi Panglima Amerika Serikat.
Jika benar-benar maju pada 2020, maka pertandingan antara Trump dan Cuban akan menarik perhatian para investor soal dua miliarder ini.
Mark Zuckerberg
Media AS, The Atlantic melaporkan bahwa CEO dan Co-Founder Facebook ini sedang mempertimbangkan diri untuk jabatan yang lebih tinggi. Meski tidak secara spesifik, sinyal itu mengerucut kepada jabatan Presiden Amerika Serikat.
Jika Zuckerberg memutuskan mencalonkan diri sebagai Capres AS pada 2020, sejatinya bukan hal yang mengejutkan. Dan satu petunjuk ke arah sana adalah tentang aktivitas Zuckerberg selama ini. Zuckerberg rajin bertemu dengan banyak pemimpin dan mengagendakan hingga akhir 2017 akan berkeliling ke 50 negara.
Melansir dari CNBC, Sabtu (4/3/2017), beberapa pengusaha meski tidak memiliki pengalaman politik, seperti halnya Trump, disebut-sebut akan maju dalam pemilihan empat tahun mendatang. Lantas siapa saja mereka?
Howard Schultz
Kedai kopi Starbucks mungkin tidak asing bagi Anda untuk kongkow-kongkow bersama teman. Namun bila disebut nama Howard Schultz, mungkin sebagian pembaca akan mengernyitkan dahi. Di Amerika Serikat, Schultz identik dengan Starbucks. Ia merupakan CEO Starbucks dan sosok yang berada dibalik ketenaran nama kedai kopi dengan logo Siren.
Dalam mitologi Yunani, Siren merupakan sosok puteri duyung yang suka menghanyutkan hati para pelaut dengan suaranya yang merdu. Pemilihan logo Siren bisa jadi untuk menghanyutkan hati konsumen untuk menyeruput kopi Starbucks.
Kembali ke Schultz, ia merupakan sosok pengusaha yang tidak mengenal kata “mustahil”. “Saya tidak akan pernah mengatakan ‘tidak pernah’,” katanya kepada CNN, beberapa waktu lalu.
Meski secara langsung belum menyatakan diri maju sebagai calon Presiden AS masa mendatang, namun nama Schultz santer dikabarkan bakal maju sebagai orang nomor satu di Negeri Paman Sam. Hal ini ditambah dengan keputusannya mengundurkan diri sebagai CEO Starbucks pada April 2017.
Bob Iger
The Hollywood Reporter pernah menulis berdasarkan sumber mereka, bahwa Iger mengatakan kepada teman-temannya sedang mempertimbangkan diri untuk maju dalam Pilpres AS tahun 2020, sebagai calon dari Partai Demokrat.
Iger sendiri saat ini merupakan CEO dari Disney dan memiliki banyak kontak dalam Partai Demokrat, termasuk keakraban dengan Al Gore, mantan Wakil Presiden AS era Bill Clinton.
Mark Cuban
Bagi penggemar basket NBA, sosok Mark Cuban bukan hal asing. Selain seoarang miliarder, ia merupakan pemilik dari Dallas Mavericks. Cuban sendiri merupakan salah satu donatur Barack Obama dalam kampanye Pilpres AS pada 2008 dan 2012. Bahkan pada 2016 lalu, ia juga aktif ikut menemani kampanye Hillary Clinton.
Kepada Business Insider, Cuban sendiri telah mengisyaratkan niatnya untuk mencalonkan diri sebagai Presiden AS pada Pilpres 2020. Dan pria kelahiran Pittsburgh, Pennsylvania, itu memang memiliki hubungan kurang baik dengan Presiden Trump.
Cuban kerap mengkitik gaya manajemen Trump yang dianggap kontroversial. Sementara Trump pernah menulis dalam ciutan di Twitter bahwa Cuban tidak cukup pintar untuk menjadi Panglima Amerika Serikat.
Jika benar-benar maju pada 2020, maka pertandingan antara Trump dan Cuban akan menarik perhatian para investor soal dua miliarder ini.
Mark Zuckerberg
Media AS, The Atlantic melaporkan bahwa CEO dan Co-Founder Facebook ini sedang mempertimbangkan diri untuk jabatan yang lebih tinggi. Meski tidak secara spesifik, sinyal itu mengerucut kepada jabatan Presiden Amerika Serikat.
Jika Zuckerberg memutuskan mencalonkan diri sebagai Capres AS pada 2020, sejatinya bukan hal yang mengejutkan. Dan satu petunjuk ke arah sana adalah tentang aktivitas Zuckerberg selama ini. Zuckerberg rajin bertemu dengan banyak pemimpin dan mengagendakan hingga akhir 2017 akan berkeliling ke 50 negara.
(ven)
Lihat Juga :