Indonesia Buka Peluang Kerja Sama Industri Melalui IORA

Senin, 06 Maret 2017 - 20:23 WIB
Indonesia Buka Peluang...
Indonesia Buka Peluang Kerja Sama Industri Melalui IORA
A A A
JAKARTA - Indonesia membuka peluang kerja sama di sektor industri dengan anggota Asosiasi Negara Lingkar Samudera Hindia (Indian Ocean Rim Association/IORA).

(Baca: Mendag: IORA Masa Depan Ekonomi Dunia )

Sektor-sektor potensi yang ditawarkan antara lain industri perkapalan dan peralatannya, pengolahan hasil laut, komponen automotif, petrokimia dan gasifikasi batu bara, serta produk hilir agro.

"Kami tengah memacu investasi industri tersebut karena termasuk sektor padat karya berorientasi ekspor dan subtitusi impor. Peningkatan akses pasar dengan negara-negara anggota IORA, yang mayoritas merupakan pasar non-tradisional, dapat dilakukan melalui kerangka kerja sama bilateral supply chain," ujar Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto dalam rilisnya, Jakarta, Senin (6/3/2017).

Menurutnya, upaya yang juga perlu dilakukan adalah menginisiasi pelaksanaan business matching dengan negara-negara IORA serta mengoptimalkan peran Kedutaan Besar Republik Indonesia dalam mempromosikan kemampuan industri dalam negeri dan potensi pasar bagi kedua belah pihak.

(Baca: RI Tingkatkan Kerja Sama Perdagangan Melalui IORA )

"Peningkatan kerja sama seperti pelatihan dalam membangun kapasitas industri, telah dilakukan dengan Mozambik dan Seychelles di sektor industri kecil dan menengah," ungkapnya.

Dia menuturkan, dari sisi kepentingan ekonomi, negara-negara di sekitar Samudera Hindia memiliki potensi ekonomi yang sangat prospektif. Potensi tersebut antara lain pasar yang besar dengan jumlah penduduk sebanyak 2,7 miliar orang, sekitar 70% perdagangan dunia melewati kawasan ini, serta menyimpan sekitar 55% cadangan minyak dunia dan 40% cadangan gas dunia.

Selain itu, negara-negara di wilayah itu memproduksi sekitar sepertiga produksi tuna dunia dan menyimpan berbagai cadangan mineral yang bernilai ekonomi tinggi.

"Dengan berbagai potensi tersebut, salah satu langkah yang perlu dijalankan Indonesia adalah pembangunan infrasruktur dan konektivias maritim, termasuk dalam pengembangan industri perkapalan dan maritim," jelasnya.

Airlangga menuturkan, Indonesia tengah berupaya menjadi negara berpengaruh baik secara ekonomi maupun politik di antara dua samudera, yakni samudera Hindia dan Pasifik. Apalagi, dengan adanya kebijakan mewujudkan visi sebagai poros maritim dunia.

"Misalnya, Indonesia akan menjaga dan mengelola sumber daya laut dengan fokus membangun kedaulatan pangan laut melalui pengembangan industri perikanan," kata dia.

IORA merupakan forum kerja sama antarnegara terbesar di Samudera Hindia yang berdiri pada 1997. IORA beranggotakan 21 negara, yaitu Australia, Afrika Selatan, Bangladesh, Komoros, India, Indonesia, Iran, Kenya, Madagaskar, Malaysia, Mauritius, Mozambik, Oman, Seychelles, Singapura.

Selain itu juga Somalia, Sri Lanka, Tanzania, Thailand, Uni Emirat Arab, dan Yaman. Adapun tujuh negara mitra dialognya, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Jerman, Mesir, Tiongkok, dan Prancis.

Empat negara anggota IORA (Afrika Selatan, Australia, India, dan Indonesia) serta enam negara mitra IORA (AS, RRT, Jerman, Inggris, Jepang dan Perancis) merupakan anggota G20. Hal ini membuktikan betapa strategisnya peran IORA dalam perekonomian dunia.

Penyelenggaraan IORA Summit 2017 merupakan salah satu gagasan dan prakarsa strategis Indonesia sebagai Ketua IORA periode 2015-2017. Tema yang diusung Indonesia adalah "Strengthening Maritime Cooperation for a Peaceful, Stable and Prosperous Indian Ocean".

Tahun lalu, nilai total perdagangan Indonesia dengan negara-negara IORA sebesar USD82,57 miliar. Sedangkan, perdagangan intra-regional IORA pada 2015 mencapai USD777 miliar atau naik 300% dibanding 1994 yang sebesar USD233 miliar. Selain itu, IORA juga menyumbang surplus bagi perdagangan Indonesia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Hubungan Dagang 2 Musuh...
Hubungan Dagang 2 Musuh Utama Amerika Kian Lengket: Tembus Rp244,7 Triliun
Melihat Sudut Pandang...
Melihat Sudut Pandang China ke Indonesia, Mitra Dagang Terbesar dalam 1 Dekade
RI-Bangladesh Sepakati...
RI-Bangladesh Sepakati Kerja Sama Dagang Rp4,53 Triliun
Mengembalikan Persahabatan...
Mengembalikan Persahabatan Indonesia-Rusia
Jepang Garap 6.794 Proyek...
Jepang Garap 6.794 Proyek di Indonesia, Airlangga Sambut Peluang Kerja Sama Baru
Indonesia dan China...
Indonesia dan China Dorong Kerja Sama Investasi dan Perdagangan
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
1 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
2 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
3 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
5 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
5 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
5 jam yang lalu
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved