Pengamat: Penolakan Semen Rembang Hanya Cari Alasan Pembenaran

Senin, 06 Maret 2017 - 22:04 WIB
Pengamat: Penolakan...
Pengamat: Penolakan Semen Rembang Hanya Cari Alasan Pembenaran
A A A
JAKARTA - Pengamatan BUMN Said Didu mengatakan, penolakan terhadap keberadaan pabrik PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) di Rembang (Semen Rembang), Jawa Tengah, dinilai dipaksakan demi kepentingan dan ambisi segelintir orang.

(Baca: Kadin: Pabrik Semen Rembang Hadang Gempuran Produksi Asing )

Hal tersebut dikatakan Said menyikapi polemik yang terjadi pada pabrik Semen Rembang. Menurut dia, penolakan tidak lagi murni soal hukum. Dia menganggap ada segelintir orang yang ingin Semen Rembang tutup dan berhenti beroperasi selamanya.

Padahal, itu tidak sesuai putusan MA pada 5 Oktober 2016 mengenai gugatan izin lingkungan Semen Rembang. "Di dalam putusan MA kan tidak ada perintah penutupan pabrik semen. Yang ada pencabutan izin lingkungan. MA kan mempersilakan amdal dan izin lingkungan Semen Rembang kembali diperbaiki," ujar dia dalam rilisnya, Jakarta, Senin (6/3/2017).

Hal itu menunjukkan, ada pihak-pihak dari sekelompok orang yang mencari argumentasi pembenaran agar pabrik Semen Rembang ditutup. Dia juga menilai, ada faktor ekonomi politis yang terjadi di balik penolakan Semen Rembang.

Ada motif agar Semen Rembang nantinya membeli bahan baku dari lahan tambang ilegal di Pegunungan Kendeng. "Ada pihak yang coba menginginkan supaya membeli bahan baku semen dari lahan tambang ilegal di sana kalau tetap ingin beroperasi," katanya.

Di samping itu, dari penolakan Semen Rembang, dugaan adanya kompetisi dengan industri semen asing dapat menjadi penyebabnya. "Kabarnya kan di Pati juga mau berdiri pabrik semen punya asing. Jadi, ini bisa persaingan bisnis juga menyangkut penolakan pabrik Semen Rembang," ungkapnya.

Said menyatakan, akibat berlangsungnya terus menerus penolakan Semen Rembang, berdampak pada kehidupan di lapisan masyarakat. "Menimbulkan dampak di tingkat sosial masyarakat saling terjadi seperti mengadu domba antar warga. Ini yang tidak baik," paparnya.

Dia meminta agar persoalan hukum mengenai polemik pabrik Semen Rembang segera diselesaikan. Apalagi telah jelas tidak ada efek kerusakan lingkungan yang ditimbulkan berdasarkan penelitian para pakar dalam amdal Semen Rembang.

"Tegakkan hukum, jangan aneh. Amdalnya sudah memenuhi syarat kok. Ini persoalan investasi. Jangan hanya ulah segelintir orang jadi mengorbankan banyak orang," kata Said.

Menurutnya, jika sampai terjadi pabrik Semen Rembang gagal beroperasi, maka Jawa Tengah dan Rembang kehilangan keuntungan selamanya. Sebab, Rembang akan gagal menjadi kota modern dan meningkat pendapatan ekonominya.

Pasalnya, setiap wilayah yang memiliki pabrik semen akan menjadi kota modern dan kaya ekonominya. "Pabrik semen pasti tinggalkan kemajuan. Industri pertambangan semen beda dengan pertambangan lainnya. Lagian kan yang ditambang batu kapur yang memang tidak bisa untuk bertani. Semen Rembang nanti juga menghasilkan PAD," ucapnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah belum lama ini kembali menerbitkan izin lingkungan Semen Rembang. Sebelumnya, izin lingkungan lama telah dicabut sesuai ketentuan putusan MA.

Kendati demikian, sekelompok orang penolak Semen Rembang masih terus melakukan aksinya. Bahkan mengecam keputusan penerbitan kembali izin lingkungan dan berencana melakukan gugatan lagi.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dihadiri Direksi SIG,...
Dihadiri Direksi SIG, Tudang Sipulung PT Semen Tonasa Berlangsung Semarak
Pendapatan Tergerus,...
Pendapatan Tergerus, Laba Semen Indonesia Naik Tipis jadi Rp450 M
Ini Inovasi Mitra Binaan...
Ini Inovasi Mitra Binaan SIG Guna Bertahan di Tengah Pandemi COVID-19
SIG Kenalkan Metode...
SIG Kenalkan Metode Pengelolaan Lingkungan Berkelanjutan di Jatim Environment Exhibition & Forum 2022
Mampu Tumbuh saat Pandemi,...
Mampu Tumbuh saat Pandemi, Bos SIG Diganjar Penghargaan Best CEO
Januari-September 2020,...
Januari-September 2020, SIG Bukukan Laba Bersih Rp1,54 Triliun
Berita Terkini
Rupiah Kian Krasan di...
Rupiah Kian Krasan di Kisaran Rp18.000, Apa Penyebabnya?
17 menit yang lalu
Transaksi Olein di JFX...
Transaksi Olein di JFX Naik Tembus Rp7,3 Triliun, Timah Ikut Menguat
58 menit yang lalu
S&P Dow Jones Ancam...
S&P Dow Jones Ancam Turunkan Status Pasar Saham Indonesia, BEI Buka Suara
1 jam yang lalu
Asabri Kolaborasi Beri...
Asabri Kolaborasi Beri Kemudahan Kepemilikan Kendaraan bagi Peserta
2 jam yang lalu
Superbank Gandeng OVO...
Superbank Gandeng OVO Perluas Akses Pembiayaan Digital Satu Aplikasi
2 jam yang lalu
Koper Jadi Ukuran Baru...
Koper Jadi Ukuran Baru Kenyamanan, Piece Concept Mulai Dibicarakan Penumpang RI
2 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved