Hanya Tiga Wanita yang Lolos Seleksi Tahap III OJK
Senin, 06 Maret 2017 - 21:54 WIB
Hanya Tiga Wanita yang Lolos Seleksi Tahap III OJK
A
A
A
JAKARTA - Dalam konferensi pers pengumuman calon Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tim panitia seleksi (Pansel) telah menetapkan 30 nama yang lolos seleksi tahap III. Banyak yang mempertanyakan komposisi kaum perempuan dalam pencalonan tersebut.
Dari 30 nama yang lolos, hanya ada tiga wanita yang masuk, yakni Nurhaida, Etty Retno Wulandari, dan Dyah Nastiti K Makhijani.
Menanggapi itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawari menyatakan, meskipun dalam jajaran calon DK OJK hanya sedikit wanita yang lolos, namun bukan berarti pihak pansel memihak.
"Jadi wanita-wanita ini saya memaklumi bahwa mengenai komposisi perempuan tentu sangat penting. Tentu kita tidak akan pernah tidak melibatkan perempuan dari awal, dari titik pengambilan keputusan tentu juga dari kompetensi dan leadership. Jadi kita tidak mendeskriditkan," jelasnya, dalam video teleconference dari Amerika Serikat, Senin (6/3/2017).
Sri Mulyani mengatakan, hal ini menunjukkan baik laki-laki maupun perempuan memiliki kans yang sama dari seleksi ini. Dia memastikan bahwa keputusan pansel sudah optimal. "Hasil ini kami yakini adalah hasil yang optimal dari pansel," imbuhnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengungkapkan, pihak pansel tidak memiliki hak untuk membatasi siapa-siapa yang mendaftar untuk posisi calon DK OJK berdasarkan gender. Semua berdasarkan peminatan.
"Bagaimana kami mau memilih-milih supaya wanita lebih banyak atau laki-laki lebih banyak? Ya, itu tergantung pada yang berminat siapa? Jadi, kami sama sekali tidak bisa menjawab kenapanya. Karena fakta yang ada memang seperti itu," tandasnya.
Dari 30 nama yang lolos, hanya ada tiga wanita yang masuk, yakni Nurhaida, Etty Retno Wulandari, dan Dyah Nastiti K Makhijani.
Menanggapi itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawari menyatakan, meskipun dalam jajaran calon DK OJK hanya sedikit wanita yang lolos, namun bukan berarti pihak pansel memihak.
"Jadi wanita-wanita ini saya memaklumi bahwa mengenai komposisi perempuan tentu sangat penting. Tentu kita tidak akan pernah tidak melibatkan perempuan dari awal, dari titik pengambilan keputusan tentu juga dari kompetensi dan leadership. Jadi kita tidak mendeskriditkan," jelasnya, dalam video teleconference dari Amerika Serikat, Senin (6/3/2017).
Sri Mulyani mengatakan, hal ini menunjukkan baik laki-laki maupun perempuan memiliki kans yang sama dari seleksi ini. Dia memastikan bahwa keputusan pansel sudah optimal. "Hasil ini kami yakini adalah hasil yang optimal dari pansel," imbuhnya.
Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengungkapkan, pihak pansel tidak memiliki hak untuk membatasi siapa-siapa yang mendaftar untuk posisi calon DK OJK berdasarkan gender. Semua berdasarkan peminatan.
"Bagaimana kami mau memilih-milih supaya wanita lebih banyak atau laki-laki lebih banyak? Ya, itu tergantung pada yang berminat siapa? Jadi, kami sama sekali tidak bisa menjawab kenapanya. Karena fakta yang ada memang seperti itu," tandasnya.
(dmd)