IHSG Diprediksi Masih Akan Tertekan
Selasa, 07 Maret 2017 - 08:15 WIB
IHSG Diprediksi Masih Akan Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini masih akan bergerak mixed tertekan dengan range pergerakan 5.345-5.420.
Lanjar mengatakan, pergerakan IHSG secara teknikal masih terlihat terkonsolidasi pada area upper bollinger bands dan resistance level.
"Indikator Stochastic pun masih memberikan signal pergerakan fluktuatif jangka pendek dengan terlihat crosing positif pada middle oscillator dengan dukungan momentum flat pada Indikator RSI," ujarnya di Jakarta, Selasa (7/3/2017).
Sementara, IHSG kemarin bergerakan cenderung mixed membuat pekan dengan ditutup berhasil menguat 18,60 poin sebesar 0,34% dilevel 5.409,82 dengan out flow investor asing yang kian melebar di level Rp63,53 miliar.
Indeks sektor pertanian memimpin pelemahan dengan turun hampir 1%, sedangkan trading dan aneka industri menjadi triger penguatan dengan menguat lebih dari 1%.
Tertekanannya harga komoditas seiring penekanan nilai tukar di Asia menjelang Fate Rate menjadi penyebab sektor pertanian tertekan.
"Realisasi data penjualan mobil yang hanya tumbuh 1,5% pada bulan Januari berbanding 18,2% diperiode sebelumnya sedikit menghambat pergerakan saham otomotif termasuk ASII pada perdagangan sebelumnya namun diakhir perdagangan hari ini rebound dan justru indeks sektor aneka industri memimpin penguatan," pungkasnya.
Saham-saham yang dapat diperhatikan diantaranya BDMN, BSDE, EXCL, KLBF, LPKR, PGAS, SSIA, WSKT, MEDC, dan MPPA.
Lanjar mengatakan, pergerakan IHSG secara teknikal masih terlihat terkonsolidasi pada area upper bollinger bands dan resistance level.
"Indikator Stochastic pun masih memberikan signal pergerakan fluktuatif jangka pendek dengan terlihat crosing positif pada middle oscillator dengan dukungan momentum flat pada Indikator RSI," ujarnya di Jakarta, Selasa (7/3/2017).
Sementara, IHSG kemarin bergerakan cenderung mixed membuat pekan dengan ditutup berhasil menguat 18,60 poin sebesar 0,34% dilevel 5.409,82 dengan out flow investor asing yang kian melebar di level Rp63,53 miliar.
Indeks sektor pertanian memimpin pelemahan dengan turun hampir 1%, sedangkan trading dan aneka industri menjadi triger penguatan dengan menguat lebih dari 1%.
Tertekanannya harga komoditas seiring penekanan nilai tukar di Asia menjelang Fate Rate menjadi penyebab sektor pertanian tertekan.
"Realisasi data penjualan mobil yang hanya tumbuh 1,5% pada bulan Januari berbanding 18,2% diperiode sebelumnya sedikit menghambat pergerakan saham otomotif termasuk ASII pada perdagangan sebelumnya namun diakhir perdagangan hari ini rebound dan justru indeks sektor aneka industri memimpin penguatan," pungkasnya.
Saham-saham yang dapat diperhatikan diantaranya BDMN, BSDE, EXCL, KLBF, LPKR, PGAS, SSIA, WSKT, MEDC, dan MPPA.
(ven)
Lihat Juga :