IHSG Diprediksi Akan Melemah hingga 5.394

Selasa, 07 Maret 2017 - 08:36 WIB
IHSG Diprediksi Akan...
IHSG Diprediksi Akan Melemah hingga 5.394
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,35% di level 5.409,817 pada akhir sesi perdagangan di 6 Maret 2017. Berdasarkan poros harian dari data Bloomberg, dukungan pertama dan kedua berada pada tingkat 5.394,489 dan 5.379,161.

Sementara itu, resistance pertama dan kedua berada pada tingkat 5417.481 dan 5.425,145. Berdasarkan indikator harian, MACD masih menentukan formasi golden cross di area positif.

Sementara itu stochastic dan RSI berada di zona netral. Namun, gantung pria lilin terdeteksi menandakan koreksi mungkin. Oleh karena itu, indeks akhirnya akan turun antara tingkat 5.394 dan 5.379, pada downside yang untuk melihat ketika IHSG memiliki kemampuan untuk mencoba untuk mengangkat dengan memanfaatkan pergerakan sejumlah pasar Asia dan Rupiah yang bergerak dalam cara yang positif.

"Kami berharap gerakan ini bisa berdiri untuk hari berikutnya. Seperti kami berharap sebelum itu volume pembelian dapat memanfaatkan melemahnya bahwa sebelum memasukkan kembali pasar. Terus menonton sentimen yang dapat mempengaruhi perubahan IHSG movement," ujar Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Selasa (7/3/2017).

Sementara, laju IHSG mampu berbalik mengalami kenaikan. Pelaku pasar terlihat memanfaatkan pelemahan sebelumnya meski terdapat sejumlah sentimen negatif.

Tampaknya laju bursa saham Asia yang masih bergerak positif yang juga dibarengi dengan kembali meningkatnya rupiah seiring dengan terapresiasinya sejumlah laju mata uang Asia berimbas positif pada laju IHSG.

Sentimen negatif yang menyertai laju IHSG antara lain, pemberitaan dari Tim Ekonom Bank Mandiriyang memperkirakan tekanan bisnis perbankan dari rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) masih tinggi pada 2017 namun, pencadangan permodalan industri perbankan masih cukup untuk mengantisipasi risiko krisis pada bank.

"Tim tersebutmemperkirakan NPL industri perbankan akan meningkat dari akhir 2016 sebesar 2,9% (gross) ke level 3%, namun tidak melebihi 3,5%. Selain itu, pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi China dan ketegangan geopolitik setelah Korea Utara melakukan uji coba peluncuran rudal," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Rebound Usai Anjlok...
IHSG Rebound Usai Anjlok 6, Kepercayaan Investor Kembali
Jelang Akhir Tahun,...
Jelang Akhir Tahun, IHSG Ditutup Menguat di Level 6.860
IHSG Anjlok 9%, Perdagangan...
IHSG Anjlok 9%, Perdagangan Saham Dihentikan
IHSG Dibuka Menghijau,...
IHSG Dibuka Menghijau, Tembus di Level 7000
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Melemah
IHSG Ditutup di Zona...
IHSG Ditutup di Zona Merah, Anjlok 4,88 Persen
Berita Terkini
Purbaya Minta DJPb Monitor...
Purbaya Minta DJPb Monitor 3 Program Prioritas Termasuk MBG
31 menit yang lalu
IHSG Ditutup Meroket...
IHSG Ditutup Meroket 2,28% Sentuh Level 5.875, Ada 520 Saham Menghijau
1 jam yang lalu
Kantongi Restu OJK,...
Kantongi Restu OJK, Dua Pemegang Saham Utama CASH Siap Kawal Rights Issue Rp237,2 Miliar
1 jam yang lalu
Purbaya Tepis Kabar...
Purbaya Tepis Kabar Disebut Incar Influencer dan Toko Online: Tegaskan Pajak Demi Keadilan
1 jam yang lalu
Aplikasi Strava Kena...
Aplikasi Strava Kena Pajak 11%, DJP: Hanya Untuk yang Berlangganan
2 jam yang lalu
Menuju Fungsional, Hutama...
Menuju Fungsional, Hutama Karya Catatkan Progres Signifikan Sekolah Rakyat DKI Jakarta dan Banten untuk Tahun Ajaran Baru
2 jam yang lalu
Infografis
7 Perang Besar di Selat...
7 Perang Besar di Selat Malaka, dari Jalur Rempah hingga Medan Tempur Kekuatan Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved