IHSG Diprediksi Cenderung Tertekan hingga 5.350
Rabu, 08 Maret 2017 - 08:12 WIB
IHSG Diprediksi Cenderung Tertekan hingga 5.350
A
A
A
JAKARTA - Analis Reliance Securities Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan kembali terlihat hingga support bullish tren yang sekaligus MA50 di level 5.320.
Sehingga diperkirakan IHSG masih akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan tertekan pada range pergerakan 5.350-5.420.
Lanjar mengatakan, IHSG secara teknikal masih bergerak terkonsolidasi tepat pada area resistance dan upper bollinger bands. Indikator Stochastic dan RSI pun flat diarea dekan overbought.
"Pola pergerakan IHSG selama 2 pekan terakhir selalu tertahan pada support MA7 dikisaran level 5.392 saat ini, dengan artian jika pada perdagangan selanjutnya IHSG break out level tersebut," ujarnya di Jakarta, Rabu (8/3/2017).
Sementara, IHSG tertekan menjelang sesi kedua namun berhasi ditutup turun tipis -7,2 poin sebesar -0,13% di level 5.402,61 dengan volume moderat.
Sektor industri dasar berbalik menekan sedangkan sektor pertanian rebound setelah sebelumnya mengalami aksi jual. Naiknya harga komoditas pertanian menjadi triger pergerakan saham-saham pertanian pada perdagangan hari ini ditambah minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,2% menjadi USD53,29 per barel membuat gap pergerakan CPO pun naik.
"Investor asing tercatat net buy setelah sempat net sell sejak minggu lalu di level Rp87,5 miliar," pungkasnya.
Saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya ASRI, BDMN, BSDE, EXCL, SSIA, WSKT, dan SCMA.
Sehingga diperkirakan IHSG masih akan bergerak bervariasi dengan kecenderungan tertekan pada range pergerakan 5.350-5.420.
Lanjar mengatakan, IHSG secara teknikal masih bergerak terkonsolidasi tepat pada area resistance dan upper bollinger bands. Indikator Stochastic dan RSI pun flat diarea dekan overbought.
"Pola pergerakan IHSG selama 2 pekan terakhir selalu tertahan pada support MA7 dikisaran level 5.392 saat ini, dengan artian jika pada perdagangan selanjutnya IHSG break out level tersebut," ujarnya di Jakarta, Rabu (8/3/2017).
Sementara, IHSG tertekan menjelang sesi kedua namun berhasi ditutup turun tipis -7,2 poin sebesar -0,13% di level 5.402,61 dengan volume moderat.
Sektor industri dasar berbalik menekan sedangkan sektor pertanian rebound setelah sebelumnya mengalami aksi jual. Naiknya harga komoditas pertanian menjadi triger pergerakan saham-saham pertanian pada perdagangan hari ini ditambah minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,2% menjadi USD53,29 per barel membuat gap pergerakan CPO pun naik.
"Investor asing tercatat net buy setelah sempat net sell sejak minggu lalu di level Rp87,5 miliar," pungkasnya.
Saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya ASRI, BDMN, BSDE, EXCL, SSIA, WSKT, dan SCMA.
(ven)
Lihat Juga :