Industri Kreatif Diharapkan Jadi Penggerak Perekonomian Nasional

Kamis, 09 Maret 2017 - 23:39 WIB
Industri Kreatif Diharapkan...
Industri Kreatif Diharapkan Jadi Penggerak Perekonomian Nasional
A A A
JAKARTA - Hari Musik Nasional diharapkan dapat menjadi momentum kebangkitan industri musik di Tanah Air. Semangat itu pula yang kini tengah digalakkan oleh para pemangku kepentingan di industri kreatif termasuk industri musik, mulai dari artis musik, pengusaha, pemerintah, hingga komunitas penikmat musik.

Pengamat Musik Aldo Sianturi mengatakan bahwa belakangan ini industri musik di Indonesia memang tengah bebenah diri. Mengingat, segmen pendengar musik di Indonesia memiliki perbedaan karakter. ‘’Yang merugikan industri musik di Tanah Air adalah mental gratisan. Sehingga pembelian dalam bentuk fisik berupa CD menurun,’’ujarnya dalam diskusi “Industri Musik Nasional Menghadapi Persaingan Ekonomi dan Industri Kreatif Asia” di Jakarta, Kamis (9/3/2017).

Konsumsi musik melalui media digital, diakui Aldo, juga dapat dibuktikan dari tingginya publik Indonesia yang men-download musik di media digital. Sayangnya, musik yang di download dari media digital, 70%-nya adalah musik Barat. “Sementara itu, etalase untuk mendisplay musik-musik Indonesia semakin minim. Jalur distribusi konvensional seperti toko-toko musik makin terbatas, karena banyak yang tutup,” tegasnya.

Untuk artis papan atas seperti Raisa dan Slank misalnya, pendapatan mereka dari media digital mencapai 20 ribu Euro hingga 25 ribu Euro per kuartal. Dari nilai tersebut, 70%-nya berasal dari Youtube. “Untuk itu, sudah saatnya indsutri musik di Indonesia bebenah diri,” harapnya.

Deputi Hak Kekayaan Intelektual Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Ary Juliano mengatakan, pada dasarnya pemerintah sangat mendukung kebangkitan industri kreatif dan musik di Tanah Air. Untuk itu, kata dia, Presiden Joko Widodo juga berharap industri musik nasional dapat menjadi tuan di negerinya sendiri. Salah satu wujud nyata yang sudah dilakukan pemerintah melalui Bekraf adalah dengan mendukung Ambon sebagai City of Music atau kota musik.

“Kami berusaha menjadikan musik sebagai penggerak ekonomi. Misalnya, dengan mendukung terbangunnya infrastruktur yang dibutuhkan Ambon sebagai City of Music. Harapannya, Ambon sebagai destinasi wisata musik dapat terwujud di tahun 2019,” tutup Ary.

Salah satu musisi, Glenn Fredly, mengatakan, industri musik di Indonesia masih belum sustain. Produk bajakan pun masih sulit diperangi. Oleh karena itu, butuh kesadaran dari semua pihak untuk membangun ekosistem musik yang sehat. Salah satu upaya yang tengah dilakukan adalah mengkampanyekan program #MusikBagusDay.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pelaku Industri Kreatif...
Pelaku Industri Kreatif Dapat Insentif dari Pemerintah
Jangan Sedih, Ini Cara...
Jangan Sedih, Ini Cara Buat Pelaku Ekonomi Kreatif Naikkan Omset Penjualan
Kampanye Nasional, #SribuinAja
Kampanye Nasional, #SribuinAja
Peruri bersama Kementerian...
Peruri bersama Kementerian Ekonomi Kreatif Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif Nasional
Polapadu 2025: Karya,...
Polapadu 2025: Karya, Kolaborasi, dan Kreasi Mahasiswa DKV New Media BINUS University Hadirkan Spektrum Baru Industri Kreatif
Perkuat Sektor Ekonomi...
Perkuat Sektor Ekonomi Kreatif
Berita Terkini
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
13 menit yang lalu
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
49 menit yang lalu
IHSG Dibuka Melesat...
IHSG Dibuka Melesat 1,85% ke 6.118, Mayoritas Saham Menghijau
1 jam yang lalu
Harga Emas Antam Naik...
Harga Emas Antam Naik Rp18.000, Buyback Melonjak Rp46.000 per Gram
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Pastikan Kualitas BBM dengan Pengelolaan Impurities di Kilang
3 jam yang lalu
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
3 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved