Akhir Pekan, Rupiah Rebound ke Zona Positif
Jum'at, 10 Maret 2017 - 17:24 WIB
Akhir Pekan, Rupiah Rebound ke Zona Positif
A
A
A
JAKARTA - Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada Jumat (10/3/2017) berakhir menguat di perdagangan pasar uang. Mata uang NKRI di indeks Bloomberg ditutup mengantongi 14 poin atau 0,10% ke Rp13.376 per USD.
Sebelumnya, pada pagi hari, rupiah dibuka turun tipis 3 poin atau 0,02% ke posisi Rp13.393 per USD. Dan sepanjang akhir pekan ini, rupiah diperdagangkan dengan kisaran Rp13.366-Rp13.406 per USD.
Data Yahoo Finance, rupiah ditutup menguat 36 poin atau 0,26% ke posisi Rp13.357 per USD. Sebelumnya rupiah dibuka melemah 8 poin ke Rp13.393 per USD. Sepanjang Jumat ini, mata uang Garuda berada di kisaran Rp13.357-Rp13.417 per USD.
Sumber SINDOnews yang berasal dari Limas, Jumat ini, rupiah berada di posisi Rp13.395 per USD, terapresiasi 45 poin dari posisi pagi di level Rp13.440 per USD.
Kembali menguatnya rupiah seiring rencana The Fed menaikkan suku bunga, tidak lepas dari andil otoritas moneter. Pada Senin (6/3), Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan bank sentral akan menjalankan mandat mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed dengan menjaga dan mencapai stabilitas nilai tukar rupiah.
Hal ini diperkirakan dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada 15-16 Maret mendatang, bank sentral tetap akan mempertahankan BI rate.
Sementara itu, seiring pasar yang menunggu data nonfarm payroll yang akan menentukan The Fed menaikkan suku bunga, indeks USD naik ke level tertinggi sejak tujuh pekan.
Melansir Reuters, Jumat (10/3), indeks USD yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang utama naik tipis menjadi 101,80 DXY. Dolar pun bertambah setengah persen terhadap yen menjadi ¥115,49 namun melemah terhadap euro 0,3% menjadi USD1,0618 EUR.
Naiknya euro didorong oleh pernyataan Kepala Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi bahwa ECB telah menghapus referensi untuk menurunkan suku bunga demi meningkatkan inflasi dan pertumbuhan zona euro tahun depan. Namun Draghi kemudian menghapus referensi tersebut dengan mengatakan referensi itu tidak memiliki urgensi.
Sebelumnya, pada pagi hari, rupiah dibuka turun tipis 3 poin atau 0,02% ke posisi Rp13.393 per USD. Dan sepanjang akhir pekan ini, rupiah diperdagangkan dengan kisaran Rp13.366-Rp13.406 per USD.
Data Yahoo Finance, rupiah ditutup menguat 36 poin atau 0,26% ke posisi Rp13.357 per USD. Sebelumnya rupiah dibuka melemah 8 poin ke Rp13.393 per USD. Sepanjang Jumat ini, mata uang Garuda berada di kisaran Rp13.357-Rp13.417 per USD.
Sumber SINDOnews yang berasal dari Limas, Jumat ini, rupiah berada di posisi Rp13.395 per USD, terapresiasi 45 poin dari posisi pagi di level Rp13.440 per USD.
Kembali menguatnya rupiah seiring rencana The Fed menaikkan suku bunga, tidak lepas dari andil otoritas moneter. Pada Senin (6/3), Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan bank sentral akan menjalankan mandat mengantisipasi kenaikan suku bunga The Fed dengan menjaga dan mencapai stabilitas nilai tukar rupiah.
Hal ini diperkirakan dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada 15-16 Maret mendatang, bank sentral tetap akan mempertahankan BI rate.
Sementara itu, seiring pasar yang menunggu data nonfarm payroll yang akan menentukan The Fed menaikkan suku bunga, indeks USD naik ke level tertinggi sejak tujuh pekan.
Melansir Reuters, Jumat (10/3), indeks USD yang melacak greenback terhadap sekeranjang mata uang utama naik tipis menjadi 101,80 DXY. Dolar pun bertambah setengah persen terhadap yen menjadi ¥115,49 namun melemah terhadap euro 0,3% menjadi USD1,0618 EUR.
Naiknya euro didorong oleh pernyataan Kepala Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi bahwa ECB telah menghapus referensi untuk menurunkan suku bunga demi meningkatkan inflasi dan pertumbuhan zona euro tahun depan. Namun Draghi kemudian menghapus referensi tersebut dengan mengatakan referensi itu tidak memiliki urgensi.
(ven)