Google Surati Ditjen Pajak Minta Perpanjangan Waktu

Sabtu, 11 Maret 2017 - 15:00 WIB
Google Surati Ditjen...
Google Surati Ditjen Pajak Minta Perpanjangan Waktu
A A A
KUTA - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan telah menyampaikan Surat Pemberitahuan Hasil Pemeriksaan (SPHP) pajak kepada Google Asia Pacific Pte Ltd beberapa waktu lalu. ‎Namun, Kepala Kantor Wilayah Jakarta Ditjen Pajak Muhammad Haniv menjelaskan, pihak Google ternyata meminta waktu lagi untuk mempelajari SPHP tersebut.

Menanggapi hal ini, Ditjen Pajak menyatakan telah mengabulkan permintaan perusahaan asal Amerika Serikat tersebut untuk mempelajari lebih dalam SPHP yang diberikan.

"Seminggu lalu Google menyurati kami yang isinya mereka minta waktu lagi. Data yang diminta. Okelah kalau memang butuh waktu kami berikan. Memang namanya bukti pemeriksaan tu tidak ada batas waktunya setahun, dua tahun," kata dia di Kuta, Bali, Sabtu (11/3/2017).

Haniv menduga ada maksud dibalik Google yang ingin mempelajari SPHP yakni lantaran Google terkesan meragukan hasil pemeriksaan Ditjen Pajak. Namun dia menegaskan bahwa hasil pemeriksaan tersebut berdasarkan data yang akurat yang dihimpun Ditjen pajak.

"Kami minta ke mereka sifatnya segera, karena data yang kami mintakan data elektronik, file elektronik, yang itu sebenar enggak perlu lama. Atau mungkin mereka meragukan masalah security, bagaimana atau juga kegedean," tuturnya.

Haniv pun mempersilahkan jika Google ingin membantah data penagihan pajak tersebut. Asal, Google bisa menunjukkan data sendiri yang bisa melemahkan hasil pemeriksaan Ditjen Pajak.

"Kami tetap profesional, sesuai data di kami. Kalau misalnya memberikan data lebih kecil dari kami ya buktikan mana data supporting-nya. Misalnya dibilang Rp6-7 triliun (penghasilannya) tiap tahun, dibilang enggak Rp3 triliun. Oke kalau Rp3 triliun mana supportingnya. Data elektronik di Indonesia," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Netflix hingga Google...
Netflix hingga Google Cs Setor Pajak ke Sri Mulyani Rp13,29 Triliun
Ditjen Pajak Ungkap...
Ditjen Pajak Ungkap 59,3 Juta Wajib Pajak Sudah Padankan NIK Menjadi NPWP
Korupsi Ditjen Pajak,...
Korupsi Ditjen Pajak, Menkeu Bebas Tugaskan Pejabat Ditjen Pajak
Tiba di KPK, Kepala...
Tiba di KPK, Kepala Kantor Pajak Madya Jaktim Wahono Saputro Bungkam
Kasus Suap Pajak, Ditjen...
Kasus Suap Pajak, Ditjen Imigrasi Cegah 2 ASN Ditjen Pajak
Kanwil DJP Sulselbartra...
Kanwil DJP Sulselbartra Masifkan Kampanye Simpatik PPS
Berita Terkini
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
1 menit yang lalu
IHSG Berakhir Longsor...
IHSG Berakhir Longsor 1,70% ke Posisi 5.839, Ada 651 Saham Berjatuhan
45 menit yang lalu
Harga Avtur Makin Mahal,...
Harga Avtur Makin Mahal, Maskapai Raksasa AS Mendadak Batalkan 6 Rute Penerbangan!
52 menit yang lalu
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
3 jam yang lalu
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
3 jam yang lalu
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
4 jam yang lalu
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved