Serikat Pekerja JICT Sebut Penerbitan Global Bond Belum Matang

Senin, 13 Maret 2017 - 18:27 WIB
Serikat Pekerja JICT...
Serikat Pekerja JICT Sebut Penerbitan Global Bond Belum Matang
A A A
JAKARTA - Kebijakan penerbitan Global Bond oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II mendapatkan kritikan dari Serikat Pekerja PT Jakarta International Container Terminal (JICT). Ketua SP JICT Nova Sofyan Hakim menilai menerbitkan obligasi global senilai sekitar Rp21 triliun cenderung tidak direncanakan secara matang.

Pasalnya, menurut dia tidak jelas apa yang mendasari Pelindo II menerbitkan obligasi global. Seharusnya proyek-proyek pelabuhan yang direncanakan dengan surat hutang, dapat dijalankan bukan seolah menjadi proyek mercusuar.

"Kami khawatir ada proyeksi bisnis yang sembrono sebagai dasar penerbitan global bond. Besar risikonya jika mempertaruhkan anak perusahaan yang sehat sebagai jaminan pembayaran bunga bond untuk proyek yang belum tentu menghasilkan. Kan harus dihitung juga imbal hasil investasinya," tuturnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (13/3/2017).

Dia juga khawatir ada upaya membentuk opini publik bahwa Global Bond yang ditarik pada Mei 2015 sudah benar. "Kami melihat penarikan global bond tidak efektif. Ada rencana untuk memutar bond di produk perbankan. Ini kan terlihat seperti tidak ada perencanaan. Ada apa?" tuturnya saat acara sarasehan serikat pekerja pelabuhan di

Lebih lanjut Nova menyayangkan kebijakan direksi baru karena khawatirnya Pelindo II terancam default, lantaran beban bunga yang besar mencapi Rp 1 trilyun lebih per tahun. Sampai saat ini global bond masih tersisa senilai USD 685 juta. Obligasi baru dipakai untuk pelunasan hutang asing USD490 juta, modal kerja USD200 juta dan proyek Kalibaru USD 202 juta.

SP JICT secara resmi meminta pemerintah dan DPR untuk meninjau ulang dan mengusut tuntas global bond Pelindo II. "Kami sesalkan, kenapa Pelindo II dikelola seperti sektor non riil macam perbankan? Masa depan Pelindo II akan sangat suram. Global Bond yang ditarik tanpa perencanaan, bisa jadi penyebab utama kenapa JICT harus dijual sebagai jaminan pembayaran bunga," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Berikan Pendidikan untuk...
Berikan Pendidikan untuk Anak Putus Sekolah, JICT Raih 2 Penghargaan ISDA 2021s
Tanggap Perubahan Iklim...
Tanggap Perubahan Iklim dan SDGS, JICT Gelar Semiloka Lingkungan Hijau
Pakai Teknologi Modern,...
Pakai Teknologi Modern, JICT Tambah Fasilitas Bongkar Muat dengan 2 Quay Crane Baru
JICT Tanjung Priok,...
JICT Tanjung Priok, Pelabuhan Pertama Peraih Sertifikasi ISO 22301
Ujung Tombak Perekonomian...
Ujung Tombak Perekonomian RI, Volume JICT 2024 Tembus 2,2 Juta TEUS
JICT Komitmen Persingkat...
JICT Komitmen Persingkat Waktu Singgah Kapal di Pelabuhan Tanjung Priok
Berita Terkini
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
18 menit yang lalu
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
9 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
9 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
10 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
10 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
11 jam yang lalu
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved