Genjot Produksi Holtikultura Nasional lewat Inovasi Digital

Selasa, 14 Maret 2017 - 20:07 WIB
Genjot Produksi Holtikultura...
Genjot Produksi Holtikultura Nasional lewat Inovasi Digital
A A A
JAKARTA - Perusahaan benih sayuran berbasis teknologi PT East West Seed Indonesia (EWINDO) atau dikenal sebagai ‘Cap Panah Merah’ siap mengembangkan aplikasi Sipindo (sistem aplikasi petani Indonesia). Aplikasi ini akan diluncurkan di bulan April 2017 untuk 100 ribu petani di Jawa.

Managing Director Ewindo Glenn Pardede mengatakan teknologi digital harus mulai diterapkan di pertanian termasuk holtikultura. Hal ini demi mendapatkan data petani yang akurat. Oleh karena itu pada program terbarunya nanti, akan diluncurkan aplikasi mobile pada tablet untuk mengetahui data petani dan apa yang menjadi kebutuhannya.

"Kita siapkan program cukup besar yakni aplikasi Sipindo (sistem aplikasi petani Indonesia). Kami akan buat nanti bulan April diluncurkan untuk 100 ribu petani di Jawa dengan fokus tanaman cabai, timun dan tomat," ucapnya dalam jumpa pers kemarin di Jakarta, Selasa (14/3/2017).

Lebih lanjut dia menjelaskan, nantinya dalam Sipindo akan dibuat program big data dengan bantuan dari Belanda (smart seed) yang nilainya mencapai 3 juta euro. Di smart seed tersebut menggunakan sistem satelit sehingga bisa memetakan cuaca, iklim, apakah daerah itu banjir atau tidak.

"Masalah kami hadapi misalnya ketika menanam semangka di Pandeglang tidak banjir, tapi tiba-tiba saat mau panen justru banjir. Nah program ini akan memberi tahu titik mana saja yang aman dari banjir dan yang bisa ditanam, serta bagaimana curah hujannya," jelas Gleen.

Menurutnya rencana tersebut merupakan bukti untuk meningkatkan kesejahteraan para petani di Indonesia. Salah satu upaya yang telah dilakukan ialah dengan mengembangkan digitalisasi data pertanian. Kegiatan ini terwujud berkat kerja sama dengan United Nation Development Programme (UNDP).

Kerja sama ini untuk memberikan metode ukur dan mengetahui seperti apa yang dibutuhkan dan bagaimana kondisi petani Indonesia. Sejauh ini banyak kesimpang siuran pada data petani di Indonesia.

"Kita bekerja sama dengan UNDP memberikan metode ukur yang terarah. Tujuannya adalah agar kita benar-benar mengerti siapa dan apa yang dibutuhkan kondisi petani," ungkapnya

Terang dia kerja sama ini akan memberikan dukungan kepada 12.500 petani rekanan, sehingga kedepan Ewindo akan lebih mengenal kehidupan mereka, dan apa yang dibutuhkan. "Contohnya kami dapat di Karawang. Mereka tidak punya lahan dari situ. Ini program pertama yakni dengan memberikan informasi digitalisasi data petani yang sesuai kebutuhan. UNDP mendukung sistemnya," papar dia.

Sementara Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Bayu Krisnamurthi mengatakan, beberapa yang perlu diantisipasi ialah ketidakpastian iklim. Oleh sebab itu, dia menyambut baik upaya Ewindo menerapkan teknologi dan sistem produksi yang lebih adaptif terhadap ketidakpastian tersebut.

"Langkah Tanah Merah merupakan langkah yang tepat, karena informasi sangat penting bagi perusahaan holtikultura dalam membuat bisnis plan," tambahnya.

Dengan antisipasi itu, Bayu memperkirakan agribisnis holtikultura terutama sayuran akan tumbuh signifikan pada tahun 2017-2018, yakni sekitar 4,7%-16,1%. "Total nilai agribisnis dari sayuran diperkirakan Rp112 triliun dan di dalamnya termasuk perkiraan USD421 juta produk impor. Dengan demikian 94,9% kebutuhan sayur dalam negeri telah tercukupi oleh produksi dalam negeri," ujar Bayu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dirjen Holtikultura...
Dirjen Holtikultura Kementan Bangun 105 Kampung Flory Sejak 2020
Ekspor Produk Holtikultura...
Ekspor Produk Holtikultura Jabar 2020 Tembus Rp3 Triliun
KPK Geledah Ditjen Holtikultura...
KPK Geledah Ditjen Holtikultura Terkait Kasus Dugaan Korupsi di Kementan
TKD Disulap Jadi Areal...
TKD Disulap Jadi Areal Tanam Holtikultura Premium Kualitas Ekspor
Pemerintah Sulap Lahan...
Pemerintah Sulap Lahan di Rumbai Jadi Tempat Budidaya Holtikultura
Dinas LHK Jaktim Kenalkan...
Dinas LHK Jaktim Kenalkan Anak dengan Urban Farming Sejak Dini
Berita Terkini
IHSG Sesi Siang Terjun...
IHSG Sesi Siang Terjun Bebas 1,75% ke 6.204, Transaksi Tembus Rp10,4 Triliun
1 menit yang lalu
HWB Serang Resmi Diluncurkan...
HWB Serang Resmi Diluncurkan Besok , Harga Mulai dari Rp101 Juta
5 menit yang lalu
Harga Emas Antam Anjlok...
Harga Emas Antam Anjlok Parah di Hari Jumat, Turun Tajam hingga Rp35 Ribu/Gram
30 menit yang lalu
Minat Makin Tinggi,...
Minat Makin Tinggi, Perdagangan Pasar Fisik Emas secara Digital di ICDX Tumbuh 338%
1 jam yang lalu
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
3 jam yang lalu
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
4 jam yang lalu
Infografis
Profil 10 Pahlawan Nasional...
Profil 10 Pahlawan Nasional Tahun 2025 dan Jasanya bagi Negara
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved