Bank Mandiri Bagi Dividen Rp266 per Saham
Selasa, 14 Maret 2017 - 20:40 WIB
Bank Mandiri Bagi Dividen Rp266 per Saham
A
A
A
JAKARTA - PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) memutuskan untuk membagikan dividen sebesar Rp6,2 triliun. Jumlah itu merupakan 45% dari perolehan laba bersih pada 2016.
Direktur Keuangan dan Treasury Bank Mandiri Pahala Mansury mengatakan, jika dirincikan maka jumlah dividen per saham sebesar Rp266.
"Pembagian dividen dari kinerja 2016 lalu 30% untuk dividen payout yang merupakan pembayaran dividen tahunan kurang lebih 30% di beberapa tahun terakhir. Sekarang, tambahan dividen payout 15% yang kita bayarkan sebesar 45%," ujarnya di Jakarta, Selasa (14/3/2017).
Menurutnya, peningkatan jumlah persentase dividen dari 30% ke 45% tersebut untuk memperbaiki Return of Equity (ROE).
"Jadi untuk yang terkait dividen, memang kalau kita lihat usul ke pemegang saham tambah dividen dari 30% jadi 45%, perbaiki ROE, modal kita besar sudah di atas Rp110 triliun," kata Pahala.
Penetapan besaran dividen tersebut telah memperhatikan kebutuhan likuiditas Perseroan dalam mengembangkan bisnis ke depan, serta sebagai bentuk apresiasi Perseroan kepada pemegang saham atas kepercayaan dan dukungannya.
Sementara, dengan adanya pembayaran dividen, jumlah rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perusahaan menjadi 19,5%. "Itu sebelum pembayaran dividen, CAR di 21%. Setelah dividen 19,5%," pungkasnya.
Direktur Keuangan dan Treasury Bank Mandiri Pahala Mansury mengatakan, jika dirincikan maka jumlah dividen per saham sebesar Rp266.
"Pembagian dividen dari kinerja 2016 lalu 30% untuk dividen payout yang merupakan pembayaran dividen tahunan kurang lebih 30% di beberapa tahun terakhir. Sekarang, tambahan dividen payout 15% yang kita bayarkan sebesar 45%," ujarnya di Jakarta, Selasa (14/3/2017).
Menurutnya, peningkatan jumlah persentase dividen dari 30% ke 45% tersebut untuk memperbaiki Return of Equity (ROE).
"Jadi untuk yang terkait dividen, memang kalau kita lihat usul ke pemegang saham tambah dividen dari 30% jadi 45%, perbaiki ROE, modal kita besar sudah di atas Rp110 triliun," kata Pahala.
Penetapan besaran dividen tersebut telah memperhatikan kebutuhan likuiditas Perseroan dalam mengembangkan bisnis ke depan, serta sebagai bentuk apresiasi Perseroan kepada pemegang saham atas kepercayaan dan dukungannya.
Sementara, dengan adanya pembayaran dividen, jumlah rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) perusahaan menjadi 19,5%. "Itu sebelum pembayaran dividen, CAR di 21%. Setelah dividen 19,5%," pungkasnya.
(ven)
Lihat Juga :