Harga Minyak WTI di Perdagangan Asia Naik
Rabu, 15 Maret 2017 - 09:02 WIB
Harga Minyak WTI di Perdagangan Asia Naik
A
A
A
SINGAPURA - Harga minyak Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI) melompat setelah data menunjukkan bursa saham AS terimbas harga minyak. Namun, harga minyak di perdagangan Asia hari ini pulih.
Seperti dikutipd ari CNBC, Rabu (15/3/2017), harga minyak WTI diperdagangkan naik 73 sen atau 1,5% ke level USD48,45 per barel setelah sebelumnya naik lebih dari USD1 ke posisi USD48,87 per barel.
Kelompok industri American Petroleum Institute menuturkan bahwa stok minyak mentah AS turun 531.000 barel pekan lalu. Hal itu dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk kenaikan 3,7 juta barel.
Harga minyak jatuh kemarin setelah OPEC melaporkan kenaikan stok minyak mentah global dan kejutan produksi yang melimpah dari anggota terbesar, Arab Saudi.
Sementara, harga minyak brent belum diperdagangkan setelah ditutup turun 43 sen menjadi USD50,92 per barel atau terendah sejak November.
Sumber menuturkan, produksi minyak Saudi jatuh pada Februari untuk 9.797.000 barel per hari (bph), tapi Riyadh mengatakan bahwa OPEC naik menjadi 10.011.000 barel per hari.
Dalam upaya untuk menghilangkan kekhawatiran pasar, kementerian energi Saudi mengatakan, perbedaan antara apa yang pasar mengamati produksi, dan tingkat persediaan yang sebenarnya di bulan tertentu, karena faktor operasional yang dipengaruhi penyesuaian penyimpanan.
Seperti dikutipd ari CNBC, Rabu (15/3/2017), harga minyak WTI diperdagangkan naik 73 sen atau 1,5% ke level USD48,45 per barel setelah sebelumnya naik lebih dari USD1 ke posisi USD48,87 per barel.
Kelompok industri American Petroleum Institute menuturkan bahwa stok minyak mentah AS turun 531.000 barel pekan lalu. Hal itu dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk kenaikan 3,7 juta barel.
Harga minyak jatuh kemarin setelah OPEC melaporkan kenaikan stok minyak mentah global dan kejutan produksi yang melimpah dari anggota terbesar, Arab Saudi.
Sementara, harga minyak brent belum diperdagangkan setelah ditutup turun 43 sen menjadi USD50,92 per barel atau terendah sejak November.
Sumber menuturkan, produksi minyak Saudi jatuh pada Februari untuk 9.797.000 barel per hari (bph), tapi Riyadh mengatakan bahwa OPEC naik menjadi 10.011.000 barel per hari.
Dalam upaya untuk menghilangkan kekhawatiran pasar, kementerian energi Saudi mengatakan, perbedaan antara apa yang pasar mengamati produksi, dan tingkat persediaan yang sebenarnya di bulan tertentu, karena faktor operasional yang dipengaruhi penyesuaian penyimpanan.
(izz)
Lihat Juga :