IHSG Bertahan di Area Hijau Saat Bursa Asia Mayoritas Memerah
Rabu, 15 Maret 2017 - 16:42 WIB
IHSG Bertahan di Area Hijau Saat Bursa Asia Mayoritas Memerah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup menguat meski kekuatannya hanya sangat kecil yakni sebesar 0,01% setara dengan 0,80 poin ke level 5.432,38. Kondisi IHSG ini di tengah mayoritas melemahnya bursa saham Asia.
IHSG pada pembukaan tadi pagi dibuka menguat 3,11 poin atau 0,06% ke level 5.434,69 dan pada sesi I masih menguat 0,82 poin setara 0,02% ke 5.432,40. Sedangkan pasar saham dalam negeri kemarin ditutup naik ke level 5.431,58 atau 22,21 poin setara dengan 0,41%.
Sektor saham dalam negeri mayoritas melemah dengan sektor perkebunan yang melemah terdalam sebesar 0,65%. Sementara sektor dengan penguatan tertinggi adalah pertambangan yang naik 069%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp5,60 triliun dengan 11,65 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing sebesar Rp229,16 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,05 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,28 triliun. Tercatat sebesar 146 saham menguat, 172 melemah dan 122 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Indoritel Makmur International Tbk (DNET) naik Rp490 menjadi Rp2.490, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) naik Rp100 menjadi Rp6.800, dan PT Ekadharma International Tbk (EKAD) naik Rp100 menjadi Rp775.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) turun Rp90 menjadi Rp1.035, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun Rp80 menjadi Rp2.630, dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp70 menjadi Rp2.050.
Seperti dilansir CNBC, Rabu (15/3/2017), bursa saham Asia mayoritas melemah menjelang keputusan suku bunga AS oleh Federal Reserve (The Fed). Di mana Indeks Nikkei N225 ditutup turun 0,16% atau 32,1 poin di level 19.577,38, karena yen menguat terhadap USD dan penguatan yen umumnya dipandang sebagai negatif untuk saham Jepang.
Saham Toshiba turun 12,3% menjadi 189,50 per saham, setelah Bursa Efek Tokyo menempatkan sahamnya di bawah pengawasan untuk melihat apakah memenuhi kriteria delisting yang menunda laba kuartal ketiga secara resmi.
Di Australia, Indeks ASX 200 ditutup naik 0,26% atau 14,9 poin ke level 5.774. Di Korea Selatan, Indeks Kospiditutup hampir flat di level 2.133. Sebelumnya, media lokal mengatakan negara itu akan mengadakan pemilihan presiden pada 9 Mei untuk menggantikan pemimpin sebelumnya Park Geun-hye.
Di daratan China, Indeks Shanghai ditutup naik 0,08% atau 2,6 poin ke level 3.241,94 dan Indeks Shenzhen ditutup mendatar di level 2.026,76.
Dalam konferensi hari ini, Perdana Menteri China Li Keqiang menekankan perlunya bagi China untuk memiliki hubungan yang sehat dengan AS, dan menegaskan stabilitas China di bidang ekonomi, pasar keuangan dan kebijakan luar negeri.
Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping telah dijadwalkan untuk menggelar perundingan bulan depan.
IHSG pada pembukaan tadi pagi dibuka menguat 3,11 poin atau 0,06% ke level 5.434,69 dan pada sesi I masih menguat 0,82 poin setara 0,02% ke 5.432,40. Sedangkan pasar saham dalam negeri kemarin ditutup naik ke level 5.431,58 atau 22,21 poin setara dengan 0,41%.
Sektor saham dalam negeri mayoritas melemah dengan sektor perkebunan yang melemah terdalam sebesar 0,65%. Sementara sektor dengan penguatan tertinggi adalah pertambangan yang naik 069%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp5,60 triliun dengan 11,65 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing sebesar Rp229,16 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp2,05 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,28 triliun. Tercatat sebesar 146 saham menguat, 172 melemah dan 122 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Indoritel Makmur International Tbk (DNET) naik Rp490 menjadi Rp2.490, PT Asahimas Flat Glass Tbk (AMFG) naik Rp100 menjadi Rp6.800, dan PT Ekadharma International Tbk (EKAD) naik Rp100 menjadi Rp775.
Sementara, beberapa saham yang melemah di antaranya PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) turun Rp90 menjadi Rp1.035, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) turun Rp80 menjadi Rp2.630, dan PT Mayora Indah Tbk (MYOR) turun Rp70 menjadi Rp2.050.
Seperti dilansir CNBC, Rabu (15/3/2017), bursa saham Asia mayoritas melemah menjelang keputusan suku bunga AS oleh Federal Reserve (The Fed). Di mana Indeks Nikkei N225 ditutup turun 0,16% atau 32,1 poin di level 19.577,38, karena yen menguat terhadap USD dan penguatan yen umumnya dipandang sebagai negatif untuk saham Jepang.
Saham Toshiba turun 12,3% menjadi 189,50 per saham, setelah Bursa Efek Tokyo menempatkan sahamnya di bawah pengawasan untuk melihat apakah memenuhi kriteria delisting yang menunda laba kuartal ketiga secara resmi.
Di Australia, Indeks ASX 200 ditutup naik 0,26% atau 14,9 poin ke level 5.774. Di Korea Selatan, Indeks Kospiditutup hampir flat di level 2.133. Sebelumnya, media lokal mengatakan negara itu akan mengadakan pemilihan presiden pada 9 Mei untuk menggantikan pemimpin sebelumnya Park Geun-hye.
Di daratan China, Indeks Shanghai ditutup naik 0,08% atau 2,6 poin ke level 3.241,94 dan Indeks Shenzhen ditutup mendatar di level 2.026,76.
Dalam konferensi hari ini, Perdana Menteri China Li Keqiang menekankan perlunya bagi China untuk memiliki hubungan yang sehat dengan AS, dan menegaskan stabilitas China di bidang ekonomi, pasar keuangan dan kebijakan luar negeri.
Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping telah dijadwalkan untuk menggelar perundingan bulan depan.
(izz)
Lihat Juga :