Percepatan Transformasi Pertanian Hadapi Tiga Tantangan

Rabu, 15 Maret 2017 - 21:07 WIB
Percepatan Transformasi...
Percepatan Transformasi Pertanian Hadapi Tiga Tantangan
A A A
JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia Sofyan Djalil mengatakan, percepatan transformasi pertanian harus menghadapi tiga tantangan besar. Berdasarkan data statistik, ada 28.900.000 orang terdaftar sebagai petani subsisten, sementara hanya ada 2,1 jutaan dikategorikan sebagai petani yang terampil.

"Ini adalah ketidakseimbangan dalam alokasi sumber daya faktor produksi, yaitu tanah dan petani terampil, ketidakseimbangan dalam berbagai tanaman yang ditanam, dan inefisiensi dalam pengolahan pasca panen dan logistik," ujarnya pada acara Responsible Business Forum (RBF) on Food and Agriculture 2017 di Jakarta.

Dia menambahkan, masalah sumber daya tanah berasal dari kenyataan bahwa produksi pangan terkonsentrasi di Pulau Jawa, di mana memiliki tanah paling subur, jaringan irigasi terbaik, serta memiliki proporsi tertinggi angkatan kerja terampil di negara ini. "Sistem distribusi untuk produk makanan lebih berkembang daripada di luar Jawa karena jarak dekat relatif dari sumber produksi ke pasar akhir," ungkapnya.

Meski begitu, menurutnya, Pulau Jawa adalah pulau yang paling padat penduduknya di mana lahan individu kepemilikan kurang dari 0,3 hektar per kapita. "Tren pertumbuhan konversi lahan untuk proyek-proyek industri dan perumahan membuat lahan pertanian baru sulit atau mahal untuk menemukan," imbuhnya.

Sofyan menuturkan, saat ini sektor pertanian Indonesia masih memilih untuk memproduksi beras dibandingkan dengan tanaman lainnya. Di antara tiga tanaman pangan utama, padi telah menerima prioritas tertinggi dalam hal kebijakan pangan nasional, dua lainnya adalah jagung dan kedelai.

"Tanaman bernilai tambah yang lebih tinggi lainnya menerima sedikit perhatian. Sehingga biasanya lebih rentan terhadap serangan hama mereka dibandingkan dengan beras sehingga perlu perawatan lebih berhati-hati," jelasnya.

Lanjut dia menerangkan, daripada memberikan bantuan dalam peralatan, benih hibrida, dan sebagainya, kebijakan harus memungkinkan setiap individu petani atau kelompok petani memutuskan apa yang paling cocok untuk diri mereka sendiri. Menurut dia, saat ini pemerintah hanya fokus pada mendukung sarana untuk memperoleh kebutuhan mereka.

"Prinsip yang sama berlaku dari pilihan produk hortikultura untuk menanam, sampai ke pilihan keterampilan untuk meningkatkan. Kebijakan ini adalah awal baris untuk membuat industri pertanian yang lebih terintegrasi dari hulu ke hilir, dalam rangka meningkatkan nilai tambah dari produksi petani," tuturnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dinas LHK Jaktim Kenalkan...
Dinas LHK Jaktim Kenalkan Anak dengan Urban Farming Sejak Dini
Kreativitas Warga Papanggo,...
Kreativitas Warga Papanggo, Ubah Lahan Terlantar Jadi Pertanian Produktif
Sekolah Pertanian Berbasis...
Sekolah Pertanian Berbasis Digital Dibangun Pemerintah Tahun Depan
Sarasehan Pertanian...
Sarasehan 'Pertanian Berkelanjutan dan Adopsi Teknologi Modern'
Kelurahan Sunter Agung...
Kelurahan Sunter Agung Kembangkan Sistem Pertanian Perkotaan Rumah Kaca
Dinas Pertanian Sleman...
Dinas Pertanian Sleman Diminta Edukasi Petani Milenial untuk Tingkatkan Produksi
Berita Terkini
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
10 menit yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
6 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
6 jam yang lalu
Rupiah Terkapar, Dampaknya...
Rupiah Terkapar, Dampaknya Mulai Terasa ke Sektor Industri Nasional
6 jam yang lalu
PLN EPI, PLN Puslitbang...
PLN EPI, PLN Puslitbang dan ITERA Kolaborasi Kembangkan Tanaman Energi
8 jam yang lalu
Pelindo Sinergi Lokaseva...
Pelindo Sinergi Lokaseva Catat Kinerja Operasional Positif di Awal 2026
8 jam yang lalu
Infografis
Atasi Banjir Jakarta,...
Atasi Banjir Jakarta, Pramono Instruksikan Normalisasi Tiga Sungai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved