Rupiah Dibuka Lesu di Tengah Kenaikan Euro

Jum'at, 17 Maret 2017 - 10:15 WIB
Rupiah Dibuka Lesu di...
Rupiah Dibuka Lesu di Tengah Kenaikan Euro
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini melemah setelah kemarin menguat cukup tajam. Pelemahan rupiah ini di tengah melemahnya USD terhadap euro dan mendatar terhadap yen.

Berdasarkan data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka pada level Rp13.342/USD. Posisi ini tidak lebih baik dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.336/USD.

Di sisi lain posisi rupiah menurut Yahoo Finance dibuka pada level Rp13.345/USD atau memburuk dari posisi penutupan kemarin yang berada di level Rp13.318/USD dengan kisaran pada level Rp13.314-Rp13.345/USD.

Data Bloomberg pagi ini dibuka mendatar di level Rp13.343/USD atau hanya menguat tipis dari posisi penutupan kemarin di level Rp13.347/USD dengan dengan pergerakan pada kisaran level Rp13.314-Rp13.348/USD.

Menurut data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah terlihat menguat ke level Rp13.340/USD dibanding kemarin yang berada di level Rp13.355/USD.

Seperti dikutip dari Reuters, Jumat (17/3/2017) USD diperdangangan Asia hari ini melemah ke level terendah dalam lima pekan terhadap beberapa mata uang dunia dan berada di jalur untuk kerugian mingguan setelah The Fed mengisyaratkan kenaikan suku bunga lebih dari yang diharapkan investor.

Meskipun bank sentral AS menyampaikan tingkat kenaikan suku bunga pada Rabu, namun ternyata tidak mengubah perkiraan semula untuk dua kenaikan tingkat lebih tahun ini. Bahwa bulls dolar kecewa yang berharap untuk petunjuk dari kenaikan keempat kemungkinan pada 2017.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang rival utama turun 0,1% menjadi 100,25. Terhadap yen, USD mendatar di level 113,35 atau turun 1,3% pekan ini.

Euro baru-baru bangkit kembali naik 0,1% terhadap USD ke level 1,0770 atau naik 0,9% selama sepakan di mana Perdana Menteri Belanda Mark Rutte menangkis tantangan pemilu dari anti-Islam Geert Wilders. Kekhawatiran tentang hasil pemilu telah menekan mata uang tunggal.

Bank Sentral Eropa akan memutuskan di kemudian hari apakah akan menaikkan suku bunga sebelum atau setelah mengakhiri program pembelian obligasi.

Poundsterling terhadap USD turun 0,1% menjadi 1,2349 setelah mencapai level tertinggi dalam dua pekan di level 1,2373 semalam, setelah Bank of England mempertahankan suku bunga. Poundsterling naik 1,5% untuk pekan ini terhadap USD.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Makin Terkapar di Posisi 5.486, Ada 515 Saham Melemah
15 menit yang lalu
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo dan BP di Awal Juni 2026
1 jam yang lalu
Libur Sekolah 2026,...
Libur Sekolah 2026, Tarif Angkutan Penyeberangan Diskon Sekitar 21,9%
1 jam yang lalu
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
2 jam yang lalu
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
12 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
13 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved