Rosneft Ditawarkan Saham Perusahaan Minyak Venezuela

Jum'at, 17 Maret 2017 - 12:31 WIB
Rosneft Ditawarkan Saham...
Rosneft Ditawarkan Saham Perusahaan Minyak Venezuela
A A A
CARACAS - Petroleos de Venezuela S.A. (PDVSA) telah menawarkan saham kepada Rosneft sebuah perusahaan minyak terintegrasi yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh pemerintah Rusia lewat skema joint venture. Hal ini menjadi sinyal untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi antara kedua negara, baik di Amerika Latin dan Moskow.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (17/3/2017) Rosneft (ROSN.MM) telah ditawarkan saham sebesar 10% dengan skema bisnis perusahaan patungan oleh perusahaan minyak pelat merah milik pemerintah Venezuela. Seperti diketahui PDVSA diketahui telah berbagi sebanyak 70% dan perusahaan minyak AS yakni Chevron Corp (CVX. N) memegang 30%.

Hal itu mencakup lapangan minyak dan upgrade pasokan minyak mencapai 210.000 barrel per hari. Dua sumber terdekat perusahaan mengatakan, tawaran saham ini merupakan salah satu dari paket besar yang ditawarkan kepada Rosneft. Langkah ini sebagai upaya PDVSA untuk mengumpulkan dana sehingga menyelesaikan pembayaran pemasok dan pemegang obligasi.

Belum diketahui secara pasti apakah Rosneft akan menerima tawaran tersebut, mengingat laporan potensial transaksi keuangan belum muncul. Sementara itu PDVSA dan Kementerian minyak Venezuela belum mau menanggapi berita ini, sedangkan Chevron dan Rosneft menolak berkomentar.

Jika terwujud, maka kesepakatan ini akan membuat perusahaan minyak berbasis di California yakni Chevrin bekerja bersama dengan perusahaan milik Rusia yakni Rosneft di tengah sanksi AS terhadap Rusia. Tetapi yang menjadi perhatian Chevron adalah bahwa Undang-undang (UU) akuntansi dan transparansi kurang ketat di Rusia daripada di Amerika Serikat.

Proposal menyoroti perlunya Venezuela akan dana besar setelah produksi minyak jatuh 10% tahun lalu, berdasarkan data Organisasi Negara-negara Pengekspor Dunia (OPEC). Sebelumnya pemerintah gagal menyetujui kesepakatan guna mendorong kembali pembayaran hutang dalam tiga tahun.

Di sisi lain tahun lalu DVSA berhutang USD1,6 miliar terhadap pokok dan bunga pinjaman tangga 28 Oktober, serta pembayaran lainnya sebesar USD2,9 miliar yang jatuh tempo pada 2 November yang jatuh tempo pada 2 November sebagai Obligasi yang terpisah. Secara keseluruhan, dijelaskan, Venezuela meminta para investor untuk "menukar" USD5,3 miliar obligasi yang jatuh tempo pada 2017 bersama obligasi yang jatuh tempo pada 2020.

Hal itu pada dasarnya mengizinkan pemerintah untuk mendorong kembali pembayaran. PDVSA sendiri mencerminkan lebih dari sekedar sebuah perusahaan minyak. Dia dianggap penopang hidup di Venezuela. Berdasarkan keterangan CNN, pengiriman minyak memberikan lebih dari 95 persen dari total pendapatan ekspor negara itu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sidang Dakwaan Kasus...
Sidang Dakwaan Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
Empat Eks Pejabat Pertamina...
Empat Eks Pejabat Pertamina Jalani Sidang Perdana Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
Kerry Adrianto Riza...
Kerry Adrianto Riza Cs Jalani Sidang Replik Kasus Minyak Mentah Pertamina
Polisi Grebek Gudang...
Polisi Grebek Gudang Pengoplosan Minyak di Kota Baru, Jambi
Harga Minyak Mentah...
Harga Minyak Mentah Merosot Makin Dalam Saat Eropa Kembali Lockdown
Indonesia Cari Alternatif...
Indonesia Cari Alternatif Produsen Minyak Mentah Baru
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
3 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
4 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
4 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
5 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
5 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
5 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved