Cetak Rekor, IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas dan Minim Sentimen

Minggu, 19 Maret 2017 - 20:27 WIB
Cetak Rekor, IHSG Diprediksi...
Cetak Rekor, IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas dan Minim Sentimen
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pekan nanti diprediksi minim sentimen pasca kenaikan tertinggi pada akhir pekan lalu. Pekan kemarin, IHSG ditutup di level tertinggi sepanjang sejarah berdirinya Bursa Efek Indonesia (BEI) di angka 5.540,43 poin.

Research Analyst OCBC Sekuritas Indonesia, Liga Maradona memperkirakan tren IHSG untuk pekan depan akan bergerak melemah di kisaran 5.490-5.560. Menurutnya pelemahan indeks akan didorong oleh aksi profit taking investor terhadap saham-saham yang sudah menguat signifikan. Saham yang berpotensi mengalami aksi ambil untung oleh investor dari sektor perbankan dan aneka industri.

“Pekan ini diprediksi akan ada aksi ambil untung untuk saham saham yang sudah naik tinggi pekan kemarin. Namun, sektor yang akan positif di pekan ini adalah konstruksi, pertambangan, dan infrastruktur,” ujarnya, saat dihubungi di Jakarta, Minggu (19/3/2017).

Sementara sentimen global yang harus diwaspadai investor seperti kawasan Eropa yang menunggu pemilihan umum, seperti di Belanda, Italia dan prancis. Isu lainnya tidak lain datang juga dari kebijakan Donald Trump di AS.

Dari internal, lanjut dia, investor Harus memperhatikan perkembangan politik terkait pilkada Jakarta putaran kedua.

Sepanjang pekan lalu IHSG berhasil menguat 2,78% dari pekan sebelumnya di level 5.390,68 poin. Rekor penutupan IHSG sebelumnya terjadi pada 7 April 2015 di level 5.523,29 poin.

(Baca: IHSG Cetak Rekor Sepanjang Masa ke Level 5.540,43 )

Pada pekan kemarin, pergerakan IHSG mampu berbalik positif seiring aksi beli memanfaatkan pelemahan sebelumnya dan dukungan dari cukup banyaknya berita positif dari makroekonomi Indonesia. Di antaranya pernyataan Menko Perekonomian, Darmin Nasution, yang menilai pertumbuhan Q1-17 dapat mencapai 5 % lebih tinggi dari periode sebelumnya.

Kemudian, pernyataan Goldman Sachs yang menilai peningkatan rating dari S&P dapat meningkatkan dana masuk ke Indonesia, serta bertambahnya dana repatriasi amnesti pajak ke pasar modal. Selanjutnya, pertemuan antara Presiden Jokowi dengan para pejabat Toyota Motor Corp untuk membahas komitmen pengembangan industri yang dapat memberikan nilai tambah pada ekonomi Indonesia.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Diprediksi Kembali...
IHSG Diprediksi Kembali Menguat, Mainkan Saham-Saham Ini
IHSG Diprediksi Menguat,...
IHSG Diprediksi Menguat, Nih Menu Saham untuk Hari Ini
7 Saham Ini Bisa Jadi...
7 Saham Ini Bisa Jadi Pilihan Saat Tren Penguatan IHSG Masih Terlihat
IHSG Anjlok 9%, Perdagangan...
IHSG Anjlok 9%, Perdagangan Saham Dihentikan
266 Saham Terkulai,...
266 Saham Terkulai, IHSG Ditutup Anjlok 32,47 poin ke 6.277
IHSG Sulit Tembus Level...
IHSG Sulit Tembus Level 6.400, Ini Penyebabnya
Berita Terkini
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, ASDP Perkuat Layanan dan Keselamatan Penyeberangan
22 menit yang lalu
Mengulik Alasan di Balik...
Mengulik Alasan di Balik Kenaikan Harga Pertamax: Demi Jaga Investor dan Keuangan
47 menit yang lalu
Tren Paylater Makin...
Tren Paylater Makin Menjangkit, Literasi Keuangan Dinilai Jadi Faktor Penting
1 jam yang lalu
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
2 jam yang lalu
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
5 jam yang lalu
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
5 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved