Transaksi FinTech di Indonesia pada 2016 Capai Rp199 Triliun

Selasa, 21 Maret 2017 - 01:42 WIB
Transaksi FinTech di...
Transaksi FinTech di Indonesia pada 2016 Capai Rp199 Triliun
A A A
YOGYAKARTA - Financial Technologi (FinTech) mulai berkembang dengan baik dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan peraturan khusus untuk industri ini. Perkembangan pesat industri pembiayaan berbasis tehnologi ini menjadi ancaman serius bagi industri perbankan.

Bank Indonesia (BI) mencatat kehadiran FinTech semakin dirasakan terutama dalam dua tahun terakhir. Data Indonesia Fintech Survey 2016 menunjukkan bahwa 78% dari total pelaku FinTech di Indonesia memulai usahanya pada tahun 2015. Hingga akhir tahun 2016, terdapat 142 perusahaan FinTech yangbergerak di empat kategori berbeda.

FinTech yang ada di Indonesia bergerak dibidang Deposit, Lending dan Capital Raising. Selain itu juga ada yang bergerak di bidang Payments, Clearing and Settlements, Investment and Risk Management serta Market Provisioning. Di antara kategori tersebut, FinTech Payments dan FinTech
Lending memiliki pangsa terbesar dari sisi jumlah pelaku yaitu 74%.

"Selama tahun 2016, nilai transaksi FinTech di Indonesia mencapai sekitar USD15 miliar," tutur Kepala Perwakilan Bank Indonesia Yogyakarta, Budi Hanoto, Senin (20/3/2017). Bila dikonversi ke rupiah, jumlah itu setara dengan Rp199 triliun (estimasi kurs Rp13.286/USD).

Transaksi FinTech ini diperkirakan meningkat menjadi USD19 miliar pada 2017, dan akan berlipat ganda menjadi USD37 miliar pada 2021. Nilai transaksi yang bergerak eksponensial tersebut menunjukkan bahwa FinTech berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi secara umum.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Open Banking Percepat...
Open Banking Percepat Transformasi Digital Banking
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Perry Warjiyo Klaim...
Perry Warjiyo Klaim BI Fast Jadi Sistem Pembayaran Termurah dan Tercepat di Dunia
Dugaan Korupsi Dana...
Dugaan Korupsi Dana CSR Bank Indonesia, BI Kooperatif dengan KPK
Perry Warjiyo Kembali...
Perry Warjiyo Kembali Terpilih jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
Berita Terkini
Penguatan IHSG Tak Terbendung...
Penguatan IHSG Tak Terbendung Sentuh 6.175, Diwarnai Lompatan 363 Saham
10 menit yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Podomoro University Cetak Wirausaha Berbasis Pasar Modal
21 menit yang lalu
Brand Footprint 2026,...
Brand Footprint 2026, Lemonilo Raih Fastest Growing On the Go Snack
35 menit yang lalu
Iran Beri Ancaman Ekstrem...
Iran Beri Ancaman Ekstrem Soal Energi Global: Minyak untuk Semua atau Tidak Sama Sekali
1 jam yang lalu
Hadapi Dinamika Pasar...
Hadapi Dinamika Pasar Energi Global, PLN EPI Perkuat Kompetensi SDM
2 jam yang lalu
3 Cara Cek Emas Asli...
3 Cara Cek Emas Asli untuk Menghindari Kerugian Finansial
2 jam yang lalu
Infografis
11 Kombes Pol Pecah...
11 Kombes Pol Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan pada Juni 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved