IHSG Dibuka Balik Arah ke Zona Merah, Bursa Jepang Anjlok
Rabu, 22 Maret 2017 - 09:52 WIB
IHSG Dibuka Balik Arah ke Zona Merah, Bursa Jepang Anjlok
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka berbalik arah ke zona, setelah sebelumnya sempat stabil menjaga rekor tertinggi. Pagi ini bursa saham Tanah Air dibuka kehilangan 37,70 poin atau 0,68% ke level 5.505.40.
Pada perdagangan kemarin IHSG berakhir kokoh di zona hijau, usai bertambah 9,10 poin atau 0,16% ke level 5.543,09. Tren penguatan pasar saham dalam negeri terjadi saat bursa Asia ditutup mixed.
Sektor saham dalam negeri pada perdagangan awal tengah pekan ini, tanpa terkecuali berada dalam jalur negatif. Kejatuhan terdalam dialami sektor infrastruktur yang kehilangan 1,14% diikuti sektor keuangan jatuh mencapai 1,03%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp562 miliar dengan 991 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp13,95 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp170,5 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp156,5 miliar. Tercatat 66 saham menguat, 140 melemah dan 88 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Indofarma Tbk. (INAF) naik Rp110 menjadi Rp3.310, PT Kabelindo Murni Tbk. (KBLM) meningkat Rp42 menjadi Rp492 dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) bertambah Rp40 menjadi Rp2.660.
Sedangkan saham-saham yang melemah di antaranya saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp550 menjadi Rp65.250, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) menyusut Rp200 menjadi Rp5,650 serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) berkurang Rp150 menjadi Rp6.425.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC, Rabu (22/3/2017) mayoritas bursa Asia pada awal perdagangan dibuka lebih rendah, dimpin kejatuhan ekuitas Jepang. Hal ini setelah laporan bahwa Kementerian Pertahanan Korea Selatan mencoba untuk mengkonfirmasi peluncuran rudal Korea Utara.
Akibatnya indeks Nikkei Jepang jatuh 2,06% atau setara dengan 397,50 poin menjadi 1.9058,38. Ekspor Jepang sendiri pada bulan Februari tercatat naik 11,3% dari tahun sebelumnya untuk meningkatkan sinyal pemulihan permintaan global. Meski begitu kenaikan tersebut diikuti lonjakan impor 1,2% pada Februari 2017.
Sementara bursa saham Australia lebih rendah 1,33% ketika sektor energi, keuangan dan materials mencetak kerugian cukup besar. Empat saham bank utama Australia mendapatkan pukulan cukup keras saat Australia and New Zealand Banking Group turun 2,19%, Commonwealth Bank jatuh 1.91% diikuti tergelincirnya saham Westpac 2,24% dan National Australia Bank lebih rendah 1,5%.
Di Korea Selatan, indeks Kospi jatuh 0,7% atau sekitar 18,62 poin. Menteri Keuangan Korea Selatan Yoo Il-ho mengatakan dolar/won di level saat ini bukanlah sebuah masalah selama volatilitas masih terbatas. Sebelumnya pada awal pekan ini telah memenangkan pertarungan dengan dolar, sebelum stabil pada posisi 1,125.5.
Pelemahan juga terlihat pada pasar saham daratan China ketika komposit Shanghai tergelincir 0,2% dan Shenzhen komposit jatuh 0.09%. Index Hang Seng di Hong Kong juga menyusut sebesar 1,08% di awal perdagangan.
Pada perdagangan kemarin IHSG berakhir kokoh di zona hijau, usai bertambah 9,10 poin atau 0,16% ke level 5.543,09. Tren penguatan pasar saham dalam negeri terjadi saat bursa Asia ditutup mixed.
Sektor saham dalam negeri pada perdagangan awal tengah pekan ini, tanpa terkecuali berada dalam jalur negatif. Kejatuhan terdalam dialami sektor infrastruktur yang kehilangan 1,14% diikuti sektor keuangan jatuh mencapai 1,03%.
Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia tercatat sebesar Rp562 miliar dengan 991 juta saham diperdagangkan pada sesi pagi dan transaksi bersih asing mencapai minus Rp13,95 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp170,5 miliar dan aksi beli asing mencapai Rp156,5 miliar. Tercatat 66 saham menguat, 140 melemah dan 88 stagnan.
Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Indofarma Tbk. (INAF) naik Rp110 menjadi Rp3.310, PT Kabelindo Murni Tbk. (KBLM) meningkat Rp42 menjadi Rp492 dan PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) bertambah Rp40 menjadi Rp2.660.
Sedangkan saham-saham yang melemah di antaranya saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM) turun Rp550 menjadi Rp65.250, PT Mitra Adiperkasa Tbk. (MAPI) menyusut Rp200 menjadi Rp5,650 serta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) berkurang Rp150 menjadi Rp6.425.
Di sisi lain seperti dilansir CNBC, Rabu (22/3/2017) mayoritas bursa Asia pada awal perdagangan dibuka lebih rendah, dimpin kejatuhan ekuitas Jepang. Hal ini setelah laporan bahwa Kementerian Pertahanan Korea Selatan mencoba untuk mengkonfirmasi peluncuran rudal Korea Utara.
Akibatnya indeks Nikkei Jepang jatuh 2,06% atau setara dengan 397,50 poin menjadi 1.9058,38. Ekspor Jepang sendiri pada bulan Februari tercatat naik 11,3% dari tahun sebelumnya untuk meningkatkan sinyal pemulihan permintaan global. Meski begitu kenaikan tersebut diikuti lonjakan impor 1,2% pada Februari 2017.
Sementara bursa saham Australia lebih rendah 1,33% ketika sektor energi, keuangan dan materials mencetak kerugian cukup besar. Empat saham bank utama Australia mendapatkan pukulan cukup keras saat Australia and New Zealand Banking Group turun 2,19%, Commonwealth Bank jatuh 1.91% diikuti tergelincirnya saham Westpac 2,24% dan National Australia Bank lebih rendah 1,5%.
Di Korea Selatan, indeks Kospi jatuh 0,7% atau sekitar 18,62 poin. Menteri Keuangan Korea Selatan Yoo Il-ho mengatakan dolar/won di level saat ini bukanlah sebuah masalah selama volatilitas masih terbatas. Sebelumnya pada awal pekan ini telah memenangkan pertarungan dengan dolar, sebelum stabil pada posisi 1,125.5.
Pelemahan juga terlihat pada pasar saham daratan China ketika komposit Shanghai tergelincir 0,2% dan Shenzhen komposit jatuh 0.09%. Index Hang Seng di Hong Kong juga menyusut sebesar 1,08% di awal perdagangan.
(akr)
Lihat Juga :