IHSG Berakhir Memerah di Tengah Kejatuhan Bursa Jepang

Rabu, 22 Maret 2017 - 16:36 WIB
IHSG Berakhir Memerah...
IHSG Berakhir Memerah di Tengah Kejatuhan Bursa Jepang
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini ditutup masih sulit keluar dari zona merah, usai kehilangan 9,00 poin atau setara dengan 0,16% ke level 5.534,09. Tren negatif bursa saham Tanah Air hari ini mengiringi kejatuhan mayoritas bursa Asia.

Pada sesi pembukaan pagi tadi, IHSG turun 37,70 poin atau 0,68% ke level 5.505.40 yang hingga sesi I masih tertekan di posisi 5.513,03 atau menyusut 30,07 poin setara dengan 0,54%. Sedangkan kemarin pasar saham dalam negeri menguat menjadi 5.543,09 lewat tambahan 9,10 poin atau 0,16%.

Di akhir perdagangan sore, sektor saham bergerak variatif saat konsumen menjadi sektor dengan pelemahan terdalam 0,96% diikuti pertanian 0,71%. Di sisi lain penguatan tertinggi terjadi pada perdagangan yang berkurang 0,47% dan keuangan dengan penyusutan sebesar 0,27%.

Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia siang ini tercatat sebesar Rp8,91 triliun dengan 15,74 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp104,28 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp4,17 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp4,28 triliun. Tercatat 136 saham naik, 208 melemah dan 103 mendatar.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) naik Rp200 menjadi Rp11,200, PT Unggul Indah Cahaya Tbk. (UNIC) meningkat Rp80 menjadi Rp2.580 dan PT Lippo General Insurance Tbk. (LPGI) bertambah Rp75 menjadi Rp5.700.

Sedangkan saham yang melemah di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) berkurang Rp375 menjadi Rp65.425, PT Astra International Tbk (ASII) turun Rp75 menjadi Rp8.400 serta PT Pelat Timah Nusantara Tbk. (NIKL) menyusut Rp50 menjadi Rp2.570.

Seperti dilansir CNBC, Rabu (22/3/2017) bursa saham Jepang berakhir anjlok, ketika yen bergerak lebih kuat setelah uji coba rudal Korea Utara (Korut) disebutkan telah gagal. Tercatat indeks Nikkei Jepang menyusut 2,13% atau 414,5 poin di level 19.041,38, saat indeks Topiz merosot 2,12% atau 33,2 poin menjadi 1.530,2.

Kondisi ini terjadi saat yen cenderung berada pada jalur positif terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di level 111.4, dengan kecenderungan melambat hari ini. Namun relatif tinggi bila melihat pencapaian dalam sepekan. Analis memperhitungkan maraknya aksi jual pada indeks Nikkei, salah satunya juga didorong akibat yen yang lebih kuat.

Di seberang Selat Korea, indeks Kospi jatuh sebesar 10 poin untuk berakhir pada level 2.168,3, sementara won Korea diperdagangkan pada posisi 1121.78. Mayoritas pergerakan saham mixed saat Firstec naik 1,21%, Speco kehilangan 0,4% dan Victek kembali tergelincir mencapai 1,88%.

Pelemahan juga terjadi pada beberapa perusahaan Jepang yang lebih rendah pada akhir perdagangan sore, di antaranya Kawasaki Heavy Industries ambruk 3,92%, Komatsu jatuh 1,96% diikuti pelemahan Maywa industri yang berkurang 2,21%. Hal sama juga terjadi pada indeks Australia yang ditutup turun 1,56% atau 90.1 poin di posisi 5.684,5.

Empat saham bank nasional Australia mendapatkan pukulan keras, saat saham Australia and New Zealand Banking Group menyusut 2,57%, Commonwealth Bank jatuh 2,03% diikuti Westpac yang tergelincir 2,42% dan National Australia Bank lebih rendah 1,58%. Pasar saham di daratan China tidak terkecuali juga memerah dipimpin pelemahan komposit sebesar 0,5% atau 16,2 poin di level 3.245,4.

Sedangkan komposit Shenzhen alami pengurangan hingga 0,29% atau setara dengan 6,1 poin ke level 2.037,89. Sementara index Hang Seng di Hong Kong anjlok cukup dalam pada perdagangan sore ini yakni mencapai 1,11% atau setara dengan 272,71 poin menjadi 24.320,41.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
266 Saham Terkulai,...
266 Saham Terkulai, IHSG Ditutup Anjlok 32,47 poin ke 6.277
IHSG Sulit Tembus Level...
IHSG Sulit Tembus Level 6.400, Ini Penyebabnya
233 Saham Melemah, IHSG...
233 Saham Melemah, IHSG Ditutup Turun ke Level 6.324
Terkoreksi Lagi, IHSG...
Terkoreksi Lagi, IHSG Ditutup Turun 14,56 Poin ke Level 6.309
IHSG Rebound Usai Anjlok...
IHSG Rebound Usai Anjlok 6, Kepercayaan Investor Kembali
Ada Potensi Koreksi,...
Ada Potensi Koreksi, IHSG Diprediksi Kembali Melemah Hari Ini
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
6 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
7 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
7 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
7 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
8 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
8 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved