60 Tahun Uni Eropa: Masyarakat Ekonomi Eropa hingga Brexit

Sabtu, 25 Maret 2017 - 00:01 WIB
60 Tahun Uni Eropa:...
60 Tahun Uni Eropa: Masyarakat Ekonomi Eropa hingga Brexit
A A A
ROMA - Para pemimpin Uni Eropa melakukan napak tilas di Roma, Italia, pada Jumat (24/3/2017) waktu setempat, untuk merayakan hari ulang tahun ke-60 organisasi ekonomi dan politik terbesar di dunia. Mereka berkumpul bersama mengenang Perjanjian Roma pada 25 Maret 1957 yang melahirkan Masyarakat Ekonomi Eropa, embrio dari Uni Eropa.

Napak tilas perjalanan selama enam dekade ini, bukan sekadar seremoni juga bertemu untuk membahas tantangan Uni Eropa saat ini. Yaitu bergeloranya populisme dan nasionalisme Eropa dari warganya sendiri. Bahkan banyak diantara warga Eropa yang menyatakan diri anti-Uni Eropa.

Hengkangnya Inggris dari Uni Eropa yang dikenal dengan istilah Brexit, membuat organisasi ini semakin cemas. Karena arus proteksionisme dan populisme juga kian berkembang di Jerman, Prancis, Belanda, dan Italia. Para pemimpin Uni Eropa pun sedang mempersiapkan masa depan blok ini, apakah bisa melanjutkan ulang tahun di masa mendatang.

Melansir dari CNBC, Jumat (24/3/2017) berikut beberapa momen penting dalam perjalanan 60 tahun Uni Eropa.

1957 - Perjanjian Roma
Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) didirikan ketika perwakilan dari Belgia, Prancis, Jerman, Italia, Luksemburg dan Belanda menandatangani Perjanjian Roma pada 25 Maret 1957. Enam dekade kemudian, konstruksi modern dari Uni Eropa berdiri.

1979 - Asal Euro
Denmark, Republik Irlandia, dan Inggris Raya sudah bergabung dengan MEE. Tahun 1979, Sistem Moneter Eropa (EMS) memperkenalkan mata uang Euro sebagai mekanisme nilai tukar. Namun Inggris Raya menolak ide Euro sebagai mekanisme nilai tukar.

1989-1991 - Kejatuhan Blok Timur
Runtuhnya Tembok Berlin pada 9 November 1989, membuat MEE semakin kokoh karena “tirai besi” komunisme sudah ambruk. Apalagi ditambah reunifikasi Jerman pada 3 Oktober 1990. Setelah itu Blok Timur alias Pakta Warsawa runtuh dua tahun kemudian seiring bubarnya Uni Soviet.

1992 - Perjanjian Maastricht
Pada tahun 1992, Masyarakat Ekonomi Eropa secara resmi berubah nama menjadi Uni Eropa, menyusul penandatanganan Traktat Maastricht di Belanda.

1999 - Penerapan mata uang tunggal
Euro resmi didirikan pada tahun 1999, 20 tahun setelah EMS meluncurkan unit mata uang Euro sebagai mekanisme nilai tukar. 11 negara langsung menggunakan mata uang Euro menggantikan mata uang nasional mereka.

Kesebelas negara itu: Austria, Belgia, Belanda, Finlandia, Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, Luksemburg, Portugal, dan Spanyol. Swedia, Denmark, dan Inggris Raya lagi-lagi memutuskan menolak penggunaan mata uang tunggal Euro.

2004 – Pecahan Blok Timur bergabung ke Uni Eropa
Pada 2004, 10 negara yang kebanyakan sebelumnya anggota Blok Timur mendaftar menjadi anggota Uni Eropa, menjadi pendaftaran terbesar. Mereka adalah Siprus, Republik Ceko, Estonia, Hungaria, Latvia, Lithuania, Malta, Polandia, Slovakia dan Slovenia.

2009-2015 – Krisis keuangan global
Krisis keuangan di tahun 2008 memicu reaksi global yang ditimbulkan beberapa negara Eropa dan menyebabkan negara-negara Uni Eropa lainnya terpaksa melakukan bailout. Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Mario Draghi pada 2012 bahkan menyatakan ECB bersedia melakukan apa pun untuk mempertahankan zona Uni Eropa.

Negara-negara Uni Eropa melakukan bantuan kolektif untuk membantu krisis ekonomi di Yunani, Portugal, Spanyol, Irlandia, dan Siprus.

2012 - Uni Eropa memenangkan hadiah Nobel Perdamaian
Pada tahun 2012, Uni Eropa menerima hadiah Nobel Perdamaian untuk memajukan perdamaian, demokrasi, rekonsiliasi dan hak asasi manusia di seluruh benua.

2016 - Brexit
Inggris mengadakan referendum pada Kamis 23 Juni 2016 untuk memutuskan apakah akan pergi atau tetap di Uni Eropa. Lebih dari 30 juta warga Inggris Raya akhirnya memilih untuk hengkang dari Uni Eropa alias Brexit, dengan kemenangan 51,9% suara dari total pemilih.

Perdana Menteri Inggris Theresa May pada pekan ini mengimplementasikan proses Brexit lebih cepat dari sebelumnya, yaitu dua tahun setelah referendum.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Uni Eropa Jamin Semua...
Uni Eropa Jamin Semua Vaksin Boleh Digunakan
Uni Eropa Fokus Pemulihan...
Uni Eropa Fokus Pemulihan Ekonomi Pasca-Pandemi
Lawan Disinformasi,...
Lawan Disinformasi, Uni Eropa Bentuk Kementerian Kebenaran
Uni Eropa Tolak Terapkan...
Uni Eropa Tolak Terapkan Sanksi Ekonomi untuk Turki
Harga Energi Selangit...
Harga Energi Selangit Bisa Membunuh Ekonomi Uni Eropa
Uni Eropa Kini Tak Lagi...
Uni Eropa Kini Tak Lagi Relevan di Pangung Geopolitik, Ini 3 Alasannya
Berita Terkini
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
18 menit yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
40 menit yang lalu
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
1 jam yang lalu
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
2 jam yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
2 jam yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
3 jam yang lalu
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved