Harga Energi Selangit Bisa Membunuh Ekonomi Uni Eropa

Selasa, 25 Februari 2025 - 14:40 WIB
loading...
Harga Energi Selangit...
PM Hungaria memperingatkan, melonjaknya harga energi dapat melumpuhkan ekonomi Uni Eropa (UE). Krisis energi Eropa dalam beberapa tahun terakhir dipicu langkah menjauh dari energi murah Rusia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Hungaria, Viktor Orban memperingatkan, melonjaknya harga energi dapat melumpuhkan ekonomi Uni Eropa (UE). Krisis energi Eropa dalam beberapa tahun terakhir dipicu langkah menjauh dari energi murah Rusia .

Setelah meninggalkan sumber daya energi Rusia, blok itu sekarang bergantung pada impor gas alam cair (LNG) yang lebih mahal dari negara-negara seperti AS. Akibatnya harga gas alam menyentuh level tertinggi dalam dua tahun terakhir dan mendorong Brussels untuk mempertimbangkan penerapan batas harga.

Baca Juga: Harga Gas Selangit Tembus Rekor Tertinggi 2 Tahun, Eropa Bisa Membeku

Dalam sebuah wawancara, Orban menerangkan "Di Hongaria, kami akan terus mengurangi harga energi, tetapi saya melihat bahwa Barat tidak dapat mengambil jalan ini, dan Eropa akan terus menghadapi harga energi yang tinggi, yang akan memperlambat dan membunuh ekonomi."

Mengutip Deklarasi Daya Saing Eropa Uni Eropa yang bertujuan untuk mengurangi harga energi, Orban mengungkapkan keprihatinan bahwa "janji besar bersama kita tidak akan terpenuhi," dan menekankan bahwa ekonomi blok itu akan terus berjuang dengan harga energi yang tinggi.

"Kami membayar tiga hingga lima kali lebih banyak untuk energi daripada yang mereka lakukan di Amerika Serikat. Kami menjaga tagihan utilitas tetap rendah, tetapi para pemimpin Eropa tidak dapat menerapkan ini, dan ini membuat pembangunan ekonomi lebih sulit," kata pemimpin Hongaria itu.

Orban juga memberikan catatan bahwa resolusi potensial dari konflik Ukraina menawarkan harapan untuk perdamaian dan dapat membantu memperbaiki situasi ekonomi global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Industri dan Sektor Energi Perlu Dijaga Bersama
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD100 per Barel Bertahun-tahun
Stok Menipis, Pasar...
Stok Menipis, Pasar Minyak Global Terancam Kritis dalam Tiga Bulan ke Depan
Negara Ini Mulai Rusuh...
Negara Ini Mulai Rusuh Tercekik Harga BBM, Ekonomi Terancam Lumpuh
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, Moody's Prediksi Harga Minyak Bertahan di Kisaran USD100 per Barel
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
Apa Itu Pax Silica?...
Apa Itu Pax Silica? Aliansi UE dan AS untuk Melawan Dominasi AI China
Blok Rusia Tekan Armenia:...
Blok Rusia Tekan Armenia: Pilih Tetap Jadi Sekutu atau Hengkang ke Uni Eropa!
Rekomendasi
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi...
Jelang Vonis Kasus Sertifikasi K3, Noel: Kalau Saya Terbukti Peras Pengusaha Hukum Mati
Pendaftaran SPMB SD...
Pendaftaran SPMB SD Kota Bogor 2026 Mulai 8 Juni, Ini Syarat dan Cara Seleksinya
Dadan Hindayana Cs Terjerat...
Dadan Hindayana Cs Terjerat Korupsi, DPR Perketat Pengawasan Tata Kelola di BGN
Berita Terkini
BI Respons Rupiah Tembus...
BI Respons Rupiah Tembus Rp18.000, Samakan Nasib dengan Tetangga RI
Pemerintah Pastikan...
Pemerintah Pastikan Harga MinyaKita Naik, Ini Sebabnya
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Infografis
Bersiap Perang, 450...
Bersiap Perang, 450 Juta Warga Uni Eropa Diminta Timbun Makanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved