Kemenhub Data Jumlah Transportasi Online Biar Enggak Banting Harga
Sabtu, 25 Maret 2017 - 13:42 WIB
Kemenhub Data Jumlah Transportasi Online Biar Enggak Banting Harga
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) saat ini sedang mendata jumlah armada transportasi online. Tujuannya biar enggak ada predator pricing atau banting harga serendah mungkin.
Kepala Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan Kemenhub JA Barata menjelaskan, ada kemungkinan saat ini jumlah suplai sudah melebihi permintaan. Sehingga, satu sama lain dikhawatirkan akan menuju ke arah predator pricing.
"Kalau suplai lebih akan terjadi persaingan tidak sehat, penawaran banyak, permintaan sedikit. Satu sama lain banting harga bisa mengarah ke predator pricing," ujarnya di Jakarta, Sabtu (25/3/2017).
Menurutnya, harus ada aturan yang ketat ke perusahaan transportasi online. Mereka dinilai sudah seharusnya berbadan hukum agar datanya lengkap.
"Perusahaan transportasi harus ada didaftarkan badan hukum dan berapa armada yang disiapkan. Sampai saat ini belum semuanya," kata Barata.
Untuk di Jabodetabek, Barata menjelaskan, sudah ada perusahaan transportasi online yang mendaftar. Namun, sayangnya belum semua dan berakibat pendataan masih belum lengkap.
"Kalau di Jabodetabek ada yang sudah daftar tapi belum semuanya. Kami butuh pendataan, penyesuaian penawaran dan permintaan angkutan umum, ini satu hal yang kita pegang," pungkasnya.
Kepala Pusat Pengelolaan Transportasi Berkelanjutan Kemenhub JA Barata menjelaskan, ada kemungkinan saat ini jumlah suplai sudah melebihi permintaan. Sehingga, satu sama lain dikhawatirkan akan menuju ke arah predator pricing.
"Kalau suplai lebih akan terjadi persaingan tidak sehat, penawaran banyak, permintaan sedikit. Satu sama lain banting harga bisa mengarah ke predator pricing," ujarnya di Jakarta, Sabtu (25/3/2017).
Menurutnya, harus ada aturan yang ketat ke perusahaan transportasi online. Mereka dinilai sudah seharusnya berbadan hukum agar datanya lengkap.
"Perusahaan transportasi harus ada didaftarkan badan hukum dan berapa armada yang disiapkan. Sampai saat ini belum semuanya," kata Barata.
Untuk di Jabodetabek, Barata menjelaskan, sudah ada perusahaan transportasi online yang mendaftar. Namun, sayangnya belum semua dan berakibat pendataan masih belum lengkap.
"Kalau di Jabodetabek ada yang sudah daftar tapi belum semuanya. Kami butuh pendataan, penyesuaian penawaran dan permintaan angkutan umum, ini satu hal yang kita pegang," pungkasnya.
(ven)
Lihat Juga :