IHSG Dibuka Melemah 10,14 Poin ke 5.582,37
Kamis, 30 Maret 2017 - 09:33 WIB
IHSG Dibuka Melemah 10,14 Poin ke 5.582,37
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (30/3/2017) dibuka terpantau melemah 10,14 poin atau 0,18% ke 5.582,37.
Kemarin, indeks ditutup melompat 51,31 poin atau 0,93% ke level 5.592,51 poin. Sepanjang Rabu lalu, IHSG diperdagangkan di kisaran 5.552,78-5.592,78.
Dari 340 saham yang diperdagangkan, 94 naik, 213 stagnan, dan 33 menurun. Adapun transaksi bersih asing sebesar Rp56,35 miliar dengan aksi beli asing Rp886,75 miliar berbanding aksi jual asing Rp830,40 miliar.
Melemahnya indeks akibat sentimen bursa Asia yang dibuka tertekan. Hal ini imbas pernyataan sejumlah pejabat The Fed yang akan menaikkan suku bunga pada tahun ini. Selain itu faktor proses Brexit juga berpengaruh pada perdagangan global.
Mengutip dari CNBC, Kamis (30/3), ekuitas Asia tergelincir akibat dolar AS yang kembali menguat. Saham Asia jatuh disebabkan ketidakpastian ekonomi global setelah Inggris benar-benar mengimplementasikan Brexit, dolar AS yang menguat, rencana The Fed menaikkan suku bunga, dan harga minyak mentah yang terpeleset.
Nikkei 225 Jepang turun 0,17%, karena menguatnya yen. ASX 200 Australia naik 0,36%, dipimpin oleh menguatnya saham-saham energi dan pertambangan.
Di Korea Selatan, indeks Kospi berada ke zona merah dengan melemah 0,04%. Sementara indeks Shanghai China turun 0,07%, Shenzhen melemah 0,21%, dan indeks Hang Seng Hong Kong meningkat 0,04%.
Kemarin, indeks ditutup melompat 51,31 poin atau 0,93% ke level 5.592,51 poin. Sepanjang Rabu lalu, IHSG diperdagangkan di kisaran 5.552,78-5.592,78.
Dari 340 saham yang diperdagangkan, 94 naik, 213 stagnan, dan 33 menurun. Adapun transaksi bersih asing sebesar Rp56,35 miliar dengan aksi beli asing Rp886,75 miliar berbanding aksi jual asing Rp830,40 miliar.
Melemahnya indeks akibat sentimen bursa Asia yang dibuka tertekan. Hal ini imbas pernyataan sejumlah pejabat The Fed yang akan menaikkan suku bunga pada tahun ini. Selain itu faktor proses Brexit juga berpengaruh pada perdagangan global.
Mengutip dari CNBC, Kamis (30/3), ekuitas Asia tergelincir akibat dolar AS yang kembali menguat. Saham Asia jatuh disebabkan ketidakpastian ekonomi global setelah Inggris benar-benar mengimplementasikan Brexit, dolar AS yang menguat, rencana The Fed menaikkan suku bunga, dan harga minyak mentah yang terpeleset.
Nikkei 225 Jepang turun 0,17%, karena menguatnya yen. ASX 200 Australia naik 0,36%, dipimpin oleh menguatnya saham-saham energi dan pertambangan.
Di Korea Selatan, indeks Kospi berada ke zona merah dengan melemah 0,04%. Sementara indeks Shanghai China turun 0,07%, Shenzhen melemah 0,21%, dan indeks Hang Seng Hong Kong meningkat 0,04%.
(ven)
Lihat Juga :