IHSG Rebound Karena Sentimen Pajak, Bursa Asia Naik Berkat Data Manufaktur China
Jum'at, 31 Maret 2017 - 09:50 WIB
IHSG Rebound Karena Sentimen Pajak, Bursa Asia Naik Berkat Data Manufaktur China
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Maret ini, Jumat (31/3/2017) dibuka melemah 0,06% atau 3,43 poin di level 5.589,52. Namun berbalik menguat 0,21% atau 11,54 poin ke level 5,604,49 pada pukul 09.10 WIB.
Sebelumnya, pada perdagangan Kamis kemarin, indeks ditutup menguat tipis 0,01% atau 0,44 poin ke level 5.592,95.
Dari 291 saham yang diperdagangkan, 127 naik, 89 tetap, dan 75 turun. Mayoritas saham bergerak positif, dengan konsumer memimpin pelemahan turun 0,44% dan sektor pertambangan memimpin penguatan dengan naik 0,52%.
Nilai transaksi saham mencapai Rp769 miliar dengan 1,28 miliar saham yang diperdagangkan. Transaksi bersih asing mencapai Rp68,04 miliar dengan aksi beli asing Rp327,24 miliar berbanding aksi jual asing Rp259,20 miliar.
Reboundnya indeks, disebabkan sentimen domestik menjelang penutupan tax amnesty, dimana tercatat peningkatan wajib pajak yang melaporkan Surat Pelaporan Tahunan (SPT) pajak menjadi 7,23 juta WP dari sebelumnya 5,5 juta WP.
Sementara itu, bursa Asia dibuka lebih tinggi di pengujung Maret, karena investor mencerna serangkaian data ekonomi dari Asia Timur. Melansir dari CNBC, Jumat (31/3), indeks Australia ASX 200 berubah positif, perdagangan naik 0,05% dan indeks Jepang Nikkei 225 naik 0,59%, didukung oleh melemahnya yen. Sementara itu Kospi Korea Selatan naik 0,06%.
Bursa China dengan indeks Shanghai naik 0,06% dan Shenzhen bertambah 0,29%. Indeks Hang Seng Hong Kong hanya 0,06%. Menguatnya indeks China berkat data PMI manufaktur China yang naik ke 51,8 di bulan Maret, lebih tinggi dibanding Februari di angka 51,6.
Sebelumnya, pada perdagangan Kamis kemarin, indeks ditutup menguat tipis 0,01% atau 0,44 poin ke level 5.592,95.
Dari 291 saham yang diperdagangkan, 127 naik, 89 tetap, dan 75 turun. Mayoritas saham bergerak positif, dengan konsumer memimpin pelemahan turun 0,44% dan sektor pertambangan memimpin penguatan dengan naik 0,52%.
Nilai transaksi saham mencapai Rp769 miliar dengan 1,28 miliar saham yang diperdagangkan. Transaksi bersih asing mencapai Rp68,04 miliar dengan aksi beli asing Rp327,24 miliar berbanding aksi jual asing Rp259,20 miliar.
Reboundnya indeks, disebabkan sentimen domestik menjelang penutupan tax amnesty, dimana tercatat peningkatan wajib pajak yang melaporkan Surat Pelaporan Tahunan (SPT) pajak menjadi 7,23 juta WP dari sebelumnya 5,5 juta WP.
Sementara itu, bursa Asia dibuka lebih tinggi di pengujung Maret, karena investor mencerna serangkaian data ekonomi dari Asia Timur. Melansir dari CNBC, Jumat (31/3), indeks Australia ASX 200 berubah positif, perdagangan naik 0,05% dan indeks Jepang Nikkei 225 naik 0,59%, didukung oleh melemahnya yen. Sementara itu Kospi Korea Selatan naik 0,06%.
Bursa China dengan indeks Shanghai naik 0,06% dan Shenzhen bertambah 0,29%. Indeks Hang Seng Hong Kong hanya 0,06%. Menguatnya indeks China berkat data PMI manufaktur China yang naik ke 51,8 di bulan Maret, lebih tinggi dibanding Februari di angka 51,6.
(ven)
Lihat Juga :