Pengadaan Lahan Jadi Hambatan Terbesar Bangun Infrastruktur

Selasa, 04 April 2017 - 11:17 WIB
Pengadaan Lahan Jadi...
Pengadaan Lahan Jadi Hambatan Terbesar Bangun Infrastruktur
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, dalam upaya pembangunan infrastruktur berkelanjutan guna pemerataan ekonomi, pemerintah kerap kali dihadapkan pada masalah pengadaan tanah. Hal ini bahkan menjadi hambatan besar dalam rencana proyek pembangunan pemerintah.

Darmin mengungkapkan, sampai saat ini, ada sekira 44% dari total hambatan yang dihadapi dalam pembangunan proyek infrastruktur terkendala di pengadaan lahan. "Kami banyak membangun infrastruktur, namun permasalahan di sini banyak. Salah satunya masalah lahan," ungkapnya, Selasa (4/4/2017).

"Bahkan lahan ini menyumbang 44% dari permasalahan yang ada. Tak hanya itu, turunannya pun banyak, yakni perencanaan dan penyediaan yang berlarut-larut 25%, keterbatasan pendanaan 17% dan perizinan 12%," sambungnya dalam acara Peluncuran skema pengadaan tanah untuk Proyek Strategi Nasional di Hotel Kempinski, Jakarta.

Lantaran banyaknya permasalahan tersebut, pemerintah pun akhirnya menitikberatkan masalah lahan sebagai prioritas utama untuk diselesaikan segera mengingat banyak infrastruktur yang harus dibangun dan diselesaikan dalam beberapa tahun ke depan.

"Kami menekankan bahwa pembebasan lahan menjadi masalah terbesar. Selain dari realisasi pengadaan tanah yang mundur dari jadwal, apakah sengketa lahan atau lainnya, dan kebutuhan lahan yang sangat tinggi," lanjutnya.

Seperti diketahui, sesuai visi pemerintah untuk mewujudkan nawacita, dalam RPJMN 2015-2019, pemerintah menargetkan adanya penurunan biaya logistik dari 23,5% ke 19% dari PDB. Salah satu upaya yang diwujudkan yakni lewat pemerataan pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, jalan arteri, jalur kereta api, pengembangan pelabuhan hingga pembangunan bandara baru.

Pembangunan juga didukung oleh penyediaan air bersih, listrik, dan penyediaan layanan broadband di seluruh Indonesia. Untuk mendukung percepatan proyek tersebut, dan memastikan adanya pemerataan pembangunan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Warga Lebak Banten Protes...
Warga Lebak Banten Protes Pembangunan Jembatan Lambat
Proyek Infrastruktur...
Proyek Infrastruktur Digencarkan dengan Terobosan Pembiayaan
TelkomGroup Berhasil...
TelkomGroup Berhasil Rampungkan Infrastruktur di Sumatra
Pembiayaan Infrastruktur...
Pembiayaan Infrastruktur Turun
Sarana Multi Infrastruktur...
Sarana Multi Infrastruktur Resmikan Fasilitas MCK Untuk Warga Desa Konga, NTT
Tingkatkan Daya Saing...
Tingkatkan Daya Saing Nasional dengan Pembangunan Infrastruktur
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
2 jam yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
3 jam yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
13 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
13 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
14 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
14 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved