Rupiah Sesi Pagi Naik Tipis di Tengah Kemerosotan USD

Kamis, 06 April 2017 - 10:17 WIB
Rupiah Sesi Pagi Naik...
Rupiah Sesi Pagi Naik Tipis di Tengah Kemerosotan USD
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini mulai merangkak naik, meski masih tipis dibandingkan penutupan kemarin. Mata uang Garuda memanfaatkan kemerosotan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya.

Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka melemah ke level Rp13.327/USD. Posisi ini menguat dari posisi kemarin yang berada di level Rp13.329/USD.

Sementara data Bloomberg menunjukkan rupiah pada awal perdagangan masih sedikit tertakan pada posisi Rp13.323/USD atau tidak lebih baik dibanding penutupan sebelumnya di level Rp13.320/USD. Pergerakan rupiah hari ini berada pada kisaran level Rp13.320-Rp13.346/USD.

Posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada pagi ini justru memperlihatkan penguatan di level Rp13.320/USD atau membaik dari posisi sebelumnya Rp13.334/USD. Rupiah bergerak dengan kisaran harian Rp13.313-Rp13.353/USD.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (6/4/2017) USD melanjutkan tren negatif terhadap beberapa mata uang utama di awal perdagangan hari ini. Pergerakan mata uang Negeri Paman Sam terbebani menjelang pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

Tercatat indeks USD terhadap mata uang utama lainnya mengalami penurunan sebesar 0,5% menjadi 100.410. Kondisi ini mengakhiri raihan positif tiga pekan pada sesi sebelumnya 100.850, saat laporan data ketenagakerjaan AS untuk sektor swasta menunjukkan optimisme.

Akan tetapi USD kemudian jatuh dari posisi tertinggi tiga pekan, meskipun hawkish Federal Reserve yang menunjukkan sebagian besar pembuat kebijakan berpikir bank sentral harus mulai memangkas neraca USD4,5 triliun akhir tahun ini.

Strategi Senior Bank of America Merrill Lynch Shusuke Yamada di Tokyo mengatakan, meskipun Fed telah mendukung dolar, namun ekuitas bereaksi negatif. Selain itu kondisi geopolitik juga menambah beban kepada USD yang terbaru mengenai uji cona rudal balistik oleh Korea Utara serta implikasi hubungan AS dan China.

USD turun sebesar 0,3% pada level 110.390 terhadap yen, atau merosot dari level tertinggi pada sesi semalam 111.450. Selain itu euro meningkat 0,2% menjadi USD1.0681. Pounds juga bertambah 0,1% untuk berada di level USD1.2494, untuk melanjutkan tren positif pada sesi sebelumnya setelah data menunjukkan pertumbuhan di sektor jasa Inggris.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Genera-Z Berbakti BCA...
Genera-Z Berbakti BCA Siapkan Mahasiswa Implementasikan Solusi bagi Desa Wisata
2 jam yang lalu
Kapal Tanker Kembali...
Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
2 jam yang lalu
Pertamina Evaluasi Insiden...
Pertamina Evaluasi Insiden Mobil Tangki di Cianjur, Pasokan BBM Dipastikan Aman
3 jam yang lalu
Bertemu PM Modi, Prabowo...
Bertemu PM Modi, Prabowo Minta QRIS Segera Bisa Dipakai di India
3 jam yang lalu
Setelah 24 Tahun Vakum,...
Setelah 24 Tahun Vakum, Sumur LLA-5 PHE ONWJ Hasilkan Minyak 780 Barel per Hari
4 jam yang lalu
Pulihkan Harapan, Brantas...
Pulihkan Harapan, Brantas Abipraya Bersama PU Hadir dalam Penanganan Pascabencana di Sumatera
4 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved