Negara Berkembang Perlu Reformasi untuk Tingkatkan Produktivitas

Kamis, 06 April 2017 - 13:59 WIB
Negara Berkembang Perlu...
Negara Berkembang Perlu Reformasi untuk Tingkatkan Produktivitas
A A A
JAKARTA - Asian Development Bank (ADB) mengungkapkan, reformasi untuk meningkatkan produktivitas berdasarkan inovasi, pendidikan, dan infrastruktur yang lebih baik, dapat nembantu negara berkembang dan penghasilan menengah di Asia dan Pasifik.

(Baca: Kesenjangan Keahlian Jadi Hambatan Besar Ekonomi RI )

Kenaikan ini nantinya berguna untuk menaikkan negara-negara tersebut ke tingkat status negara berpenghasilan tinggi. Dalam laporan Asian Development Outlook 2017 (ADO), dampak dari keberhasilan pembangunan Asia dan Pasifik adalah sebagian besar masyarakatnya kini tinggal di negara-negara yang berpenghasilan menengah.

Kepala Ekonom ADB Yasuyuki Sawada mengatakan, para pembuat kebijakan perlu mengubah pendekatan mereka untuk mencapai penghasilan tinggi. "Ini bukan lagi masalah memakai lebih banyak sumber daya untuk tetap tumbuh, namun menjadikan perekonomian lebih produktif agar bisa naik ke tahap selanjutnya," kata dia di Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Laporan ADB saat ini, lanjut Yasuyuki, pada 1991 hanya 10% dari populasi Asia dan Pasifik yang tinggal di perekonomian berpenghasilan menengah. Pada 2015 angka tersebut meningkat hingga lebih dari 95% dari populasi kawasan ini, didorong oleh pertumbuhan di negara berpenduduk terbanyak di tiga kawasan ini yakni Republik Rakyat Tiongkok (RRT), India, dan Indonesia.

(Baca: ADB Proyeksi Ekonomi RI Terus Tumbuh Ditopang Tiga Sektor )

"Untuk meningkatkan produktivitas, negara-negara di kawasan Asia yang sedang berkembang perlu berfokus pada inovasi. Bila melihat berbagai negara berpenghasilan menengah yang mampu naik menjadi berpenghasilan tinggi, mereka memiliki akumulasi riset dan penelitian lebih dari dua setengah kali lipat dibanding negara berpenghasilan menengah lainnya," imbuh dia.

Inovasi memerlukan angkatan kerja terampil, sehingga perlu penekanan pada peningkatan mutu pendidikan. Laporan ini memperkirakan bahwa kenaikan 20% pada belanja modal manusia per kapita dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja hingga 3,1%.

"Kebijakan pendidikan yang baik juga dapat mendorong kesetaraan dan menutup kesenjangan pendidikan yang lebar di antara kawasan Asia yang sedang berkembang dan perekonomian berpenghasilan tinggi, sembari mendorong inovasi dan kewirausahaan," tuturnya.

Investasi infrastruktur, terutama dalam teknologi energi dan informasi dan komunikasi, dapat berkontribusi bagi inovasi dan modal manusia, sehingga mempertahankan pertumbuhan di negara berpenghasilan menengah.

Investasi publik satu kali dalam infrastruktur dengan nilai setara 1% produk domestik bruto (PDB), dapat mengangkat keluaran (output) negara tersebut hingga 1,2% dalam tujuh tahun.

"Rekam Jejak Asia yang dinamis menunjukkan bahwa perjalanan menuju penghasilan tinggi dapat dilakukan, meskipun tidak mudah. Kelembagaan dan kebijakan yang mendukung dan ditopang oleh stabilitas makroekonomi, dapat memperkuat pilar-pilar pertumbuhan produktivitas, inivasi, modal manusia dan infrastruktur," terang Sawada.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
BI Proyeksikan Ekonomi...
BI Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 4,7 Persen hingga 5,5 Persen di 2025
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Berita Terkini
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
30 menit yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
52 menit yang lalu
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
9 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
10 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
10 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved