Divestasi 51% Saham Freeport Paling Bagus lewat IPO

Kamis, 06 April 2017 - 14:25 WIB
Divestasi 51% Saham...
Divestasi 51% Saham Freeport Paling Bagus lewat IPO
A A A
JAKARTA - Skema divestasi atau pengurangan saham PT Freeport Indonesia (PTFI) sebesar 51% dinilai paling bagus melalui bursa efek atau initial public offering (IPO). Meski begitu Analis Sumber Daya Alam Indonesia Rachman Wiriosudarmo menerangkan hal ini tidak terlalu darurat untuk dilakukan.

Dia menambahkan jika Freeport divestasi 51% maka pemerintah tidak dapat apa-apa. Salah satunya yakni soal dividen. "Pemerintah enggak dapat pembayaran dividen, jadi untuk apa 51%? Divestasi paling bagus IPO, bursa ini hanya mampu menampung 10%," ujarnya di Jakarta, Kamis (6/4/2017).

Menurutnya, proses divestasi lewat pasar saham merupakan langkah penting. Sebab, bisa membuat Freeport lebih transparan terkait finansial. "Kenapa IPO penting? Untuk transparansi, untuk bikin laporan. Sehingga, kita tahu masalah finansial, cadangannya kita tahu, Papua juga kasih 5% saham lah biar tenang," kata Rachman.

Dia menambahkan, Freeport masih akan melakukan investasi dalam jangka panjang di Indonesia. Sehingga, tak perlu divestasi hingga 51%. "Pemerintah minta 51% untuk apa? Freeport ke depan masih investasi besar dalam tambang. Profit diinvestasikan ke perkembangan tambang," pungkasnya.

Sebagai informasi Freeport punya kewajiban melepas 51% sahamnya dan jika mengacu kontrak karya, kontrak Freeport berakhir di 2021. Pemerintah sendiri belum menyetujui perpanjangan kontrak Freeport. Ini artinya, cadangan tembaga dan emas perusahaan ini sejak kontrak berakhir tahun 2021 hingga 2041 milik Pemerintah Indonesia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
22 menit yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
35 menit yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
1 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
1 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
2 jam yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
2 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved