Blok Migas Pertamina Kini Berada di 12 Negara

Minggu, 09 April 2017 - 23:45 WIB
Blok Migas Pertamina...
Blok Migas Pertamina Kini Berada di 12 Negara
A A A
JAKARTA - PT Pertamina (Persero) berkomitmen untuk merealisasikan target produksi 1,9 juta barel oil equivalen per day (BOEPD) pada 2025 guna mendukung pertumbuhan perekonomian nasional. Blok migas Pertamina kini berada di 12 negara.

Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Syamsu Alam mengungkapkan terdapat tiga blok yang telah berproduksi, yaitu Aljazair, Irak dan Malaysia. Pertamina memiliki tambahan dua blok yang sudah berproduksi di Nigeria dan Gabon. Sementara tujuh blok yang dalam tahap eksplorasi, antara lain Namibia, Tanzania, Myanmar, Prancis, Italia, Kolombia dan Kanada.

"Jadi sekarang kita bersyukur Pertamina ada di 12 negara," ujarnya di Cirebon, Jawa Barat, Minggu (9/4/2017).

Sebab itu, Pertamina menggencarkan akuisisi aset migas selain di dalam juga di luar Negeri. Akusisi aset dari luar negeri (overseas) diandalkan mampu menyumbang 33% dari target produksi tersebut. Pertamina akan melakukan strategi untuk mengelola blok-blok terminasi.

Pertamina sedang menyiapkan pengelolaan delapan blok terminasi pada 2018 yang telah diserahkan pemerintah kepada Pertamina, termasuk di dalamnya Sanga Sanga dan OSES.

"Di domestik Pertamina juga mengoptimalisasikan asset-aset yang dimiliki dengan berbagai proyek, seperti PHE WMO Integration Project, Proyek Pengeboran Parang Nunukan, Proyek Pengeboran Randugunting, Optimalisasi EOR di sumur sumur tua dan lainya. Optimalisasi aset ini dimaksudkan untuk meningkatkan produksi migas agar target perusahaan di sektor hulu tercapai," terangnya.

Sejumlah langkah yang dilakukan Pertamina, tentu tidak lepas dari upaya BUMN ini ingin memberikan kontribusi yang nyata dalam mendukung perekonomian nasional. Indonesia yang kini termasuk negara ke-16 kekuatan ekonominya, pada 2050 akan menjadi negara dengan perekonomian keempat setelah China, Amerika, dan India, dengan GDP USD15,432 miliar.

"Dengan pertumbuhanekonomi semacam itu, tentu Indonesia membutuhkan dukungan energi secara maksimal. Secara nasional sesungguhnya kebutuhan energi nasional jauh lebih dari cukup," katanya.

Menurut Syamsu, pada 2015 produksi energi nasional 354 ton equivalen minyak, yang terdiri 271 ton batu bara dan selebihnya sebanyak 113 ton minyak ,gas dan energi terbarukan.

Sementara konsumsi energi sebesar 195 ton, sebenarnya energi nasional itu mengalami surplus. Hanya yang menjadi dilema, konsumsi energi sebesar itu dalam kenyataannya dipenuhi 113 ton (60) dari migas dan energi terbarukan. "Kondisi demikian jika tidak diantisipasi, Indonesia mengalami defisit migas," jelasnya.

Dia menjelaskan di tengah tingginya konsumsi migas, justru produksi Migas Indonesia terus merosot, seiring makin menipisnya cadangan yang dimiliki. Sekalipun Indonesia memiliki 60 cekungan, cadangan minyak Indonesia di urutan 26 dunia, sekitar 4 miliar barel. Hal yang sama dengan cadangan gas Indonesia di urutan ke-14 dengan cadangan 100 TCF.

"Langkah Pertamina mengelola blok Migas di luar negeri sesungguhnya untuk memperkuat cadangan dan produksi nasional. Karena produksi migas di overseas itu hasilnya akan dibawa pulang untuk diolah di kilang-kilang yang ada di Indonesia untuk memenuhi konsumsi BBM domestik," tutupnya.
(dmd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Mendapat Sosialisasi...
Petani Mendapat Sosialisasi Keamanan Seiring Gas JTB Mulai Dialirkan
Pertamina Mulai Berlakukan...
Pertamina Mulai Berlakukan Transaksi Non Tunai
Penjualan Kondensat...
Penjualan Kondensat Pertamina EP Subang Field
Pertamina EP Donggi...
Pertamina EP Donggi Matindok Field Dorong Perekonomian Kelompok Wanita Banggai
PEP Prabumulih Field...
PEP Prabumulih Field Dukung Gerakan Ketahanan Pangan
Restrukturisasi Pertamina...
Restrukturisasi Pertamina Ditegaskan Sesuai Buku Putih dan Roadmap BUMN
Berita Terkini
APHI dan New Forests...
APHI dan New Forests Dukung Investasi Pengelolaan Hutan Berkelanjutan
18 menit yang lalu
Rupiah Hari Ini Berakhir...
Rupiah Hari Ini Berakhir Merayap ke Rp18.036 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
19 menit yang lalu
5 Hal Yang Wajib Anda...
5 Hal Yang Wajib Anda Ketahui Sebelum Datang ke Tempat Gestun Terdekat
29 menit yang lalu
Defisit APBN Mei 2026...
Defisit APBN Mei 2026 Tembus Rp180,4 Triliun, Purbaya: Sangat Aman
1 jam yang lalu
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
1 jam yang lalu
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
1 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved