Inggris Kerek Pajak, Pengusaha Waswas Picu Ancaman PHK

Rabu, 27 November 2024 - 19:28 WIB
loading...
Inggris Kerek Pajak,...
Peningkatan pajak yang diumumkan dalam Anggaran Musim Gugur di Inggris memicu ancaman PHK. FOTO/Shutterstock
A A A
JAKARTA - Peningkatan pajak yang diumumkan dalam Anggaran Musim Gugur diperkirakan akan menghambat investasi perusahaan-perusahaan di Inggris. Peringatan ini disampaikan oleh CEO Confederation of British Industry (CBI), Rain Newton-Smith, dalam konferensi tahunan CBI di London.

Menurut dia kebijakan pemerintah yang diumumkan bulan lalu telah membuat perusahaan semakin sulit untuk memanfaatkan peluang, termasuk dalam merekrut karyawan baru. "Di seluruh sektor, margin semakin tergerus dan keuntungan terpengaruh oleh lingkungan perdagangan yang semakin sulit," ujarnya.

Dia juga menekankan bahwa keuntungan bukanlah sekedar uang tambahan bagi perusahaan. "Keuntungan adalah investasi. Ketika Anda mengurangi keuntungan, Anda mengurangi daya saing, mengurangi investasi, dan akhirnya menghambat pertumbuhan," kata Newton-Smith dilansir dari The Independent, Rabu (27/11/2024).

Baca Juga: UMR Indonesia Terendah ke-5 di Asia Tenggara, tapi PPN Paling Tinggi

Menurut dia yang benar-benar mendefinisikan pertumbuhan adalah keputusan yang diambil di ruang rapat perusahaan di seluruh Inggris. "Ini adalah CFO dan CEO yang bertanya: Bisakah kita mampu berinvestasi? Bisakah kita memperluas bisnis? Bisakah kita merekrut orang baru? Setelah pengumuman anggaran, banyak perusahaan yang masih menjawab belum bisa," tambahnya.

Partai Buruh, yang kini memerintah, menjadikan pertumbuhan ekonomi sebagai bagian utama dari platform pemilihannya dalam pemilu. Sejak masuk pemerintahan, mereka berjanji untuk mendukung peningkatan investasi bisnis. Dalam Anggaran bulan Oktober, Menteri Keuangan Rachel Reeves mengumumkan rencana pengeluaran publik hampir 70 miliar euro, yang sebagian dibiayai melalui kenaikan pajak bisnis, termasuk kontribusi asuransi nasional untuk pemberi kerja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Momentum Jakarta Fair,...
Momentum Jakarta Fair, Bapenda DKI Permudah Warga Bayar Pajak Kendaraan
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
Penjelasan soal Aturan...
Penjelasan soal Aturan Tarif PPh Final 0,5% Kini Khusus buat UMKM
Pengusaha Respons Ekspor...
Pengusaha Respons Ekspor Sawit-Batu Bara lewat PT DSI: Minta Bertahap dan Kepastian Hukum
Menkeu Purbaya Pastikan...
Menkeu Purbaya Pastikan Skema Pajak DSI Berlaku Normal
Polres Jakpus Ungkap...
Polres Jakpus Ungkap Kasus Dugaan Pemerasan Pengusaha Muda
4 Pemicu Kerusuhan di...
4 Pemicu Kerusuhan di Irlandia Utara, dari Agitator Sayap Kanan Picu hingga Warisan Sejarah
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Rekomendasi
KPK: Bupati Muara Enim...
KPK: Bupati Muara Enim Suap ASN BPK demi Pertahankan Opini WTP
Bertemu Prabowo, Dirut...
Bertemu Prabowo, Dirut KAI Bocorkan Rencana Stasiun Gambir Terintegrasi KRL
Raffi Ahmad Buka Suara...
Raffi Ahmad Buka Suara soal Kasus Blueray, Tegaskan Tak Pernah Terima Barang Gratis
Berita Terkini
Pertamax Naik Picu Migrasi...
Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?
Canangkan Sensus Ekonomi...
Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Sulawesi Selatan, Kepala BPS RI Gaungkan Rumus TIR
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Rupiah Melemah, Bagaimana...
Rupiah Melemah, Bagaimana Nasib Proyek IKN?
Indodax Perkuat Pengawasan...
Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved