Stok Pupuk di Pangandaran Masih Terkendali

Senin, 10 April 2017 - 21:07 WIB
Stok Pupuk di Pangandaran...
Stok Pupuk di Pangandaran Masih Terkendali
A A A
PANGANDARAN - Stok pupuk untuk kebutuhan pertanian di Pangandaran terkendali. Dinas Pertanian mengusulkan kebutuhan pupuk melalui rencana definitif kelompok (RDK) dan rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) agar dapat memenuhi kebutuhan pupuk yang dibutuhkan masyarakat.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Tina Maryana mengatakan, pupuk yang beredar di masyarakat ada yang bersubsidi dan ada yang tidak bersubsidi.

"Kebutuhan pupuk di Kabupaten Pangandaran saat ini membutuhkan pasokan untuk 981 kelompok tani," kata Tina di Pangandaran, Senin (10/4/2017).

Menurutnya, rata-rata maksimal satu kelompok tani di Kabupaten Pangandaran beranggotakan 23 orang, sehingga untuk memenuhi kebutuhan pupuk di lapangan masih terkendali. "Agar masyarakat menikmati pupuk bersubsidi diharapkan untuk bergabung dengan kelompok tani," tambahnya.

Pupuk bersubsidi yang beredar di lapangan di antaranya pupuk urea dengan harga Rp1.800 per kilogram (kg), pupuk SP36 dengan harga Rp2000 per kg, pupuk ZA Rp1.400, pupuk NPK Rp2.300 per kg, dan pupuk organik Rp500 per kg.

"Jika masyarakat membeli pupuk nonsubsidi pupuk urea dengan harga Rp6.000 per kg, pupuk ZA Rp4.500 per kg, pupuk NPK Rp6.000 per kg, pupuk organik Rp1.300 per kg," jelas Tina.

Sementara, salah satu petani asal Dusun Ciokong, Desa Sukaresik, Kecamatan Sidamulih As Sugandi mengatakan, pemerintah daerah harus membuat regulasi praktik penyaluran kebutuhan pupuk untuk masyarakat.

"Kami mensinyalir pupuk bersubsidi banyak digunakan orang kaya dan pengusaha perkebunan juga masyarakat yang tidak terdaftar di kelompok tani," kata Sugandi.

Dengan banyaknya orang kaya dan pengusaha perkebunan juga masyarakat yang tidak terdaftar di kelompok tani penyaluran pupuk bersubsidi rawan terjadi penyimpangan.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wow! New York Legalkan...
Wow! New York Legalkan Mayat Manusia Diolah Jadi Pupuk
Polisi Ringkus 4 Tersangka...
Polisi Ringkus 4 Tersangka Penyelewengan Pupuk Subsidi di Pandeglang
Pupuk Batubara Ini Dapat...
Pupuk Batubara Ini Dapat Menjadikan Indonesia Lumbung Pangan Dunia
Pusri Pastikan Distribusi...
Pusri Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Sesuai e-RDKK
PIM-1 Hidup Kembali...
PIM-1 Hidup Kembali Bakal Dongkrak Kapasitas Produksi Pupuk Nasional
Ada Perang Rusia-Ukraina,...
Ada Perang Rusia-Ukraina, Stok Bahan Baku Pupuk Indonesia Masih Aman
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
1 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
2 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
2 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
2 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
3 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
3 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved