Rupiah Sesi Pagi Dibuka Mixed Saat USD Merosot
Selasa, 11 April 2017 - 10:27 WIB
Rupiah Sesi Pagi Dibuka Mixed Saat USD Merosot
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka mixed, dengan kecenderungan mencoba menguat. Pergerakan mendatar mata uang Garuda mengiringi kemerosotan USD terhadap beberapa mata uang utama lainnya.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka menguat ke level Rp13.282/USD. Posisi ini lebih baik dari awal pekan kemarin yang berakhir di level Rp13.323/USD.
Penguatan juga terlihat pada data Bloomberg yang menunjukkan rupiah pada awal perdagangan berada di posisi Rp13.280/USD dengan kisaran harian Rp13.270-Rp13.291/USD. Rupiah sendiri terlihat membaik dibandingkan sebelumnya Rp13.286/USD.
Sementara posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada pagi ini justru menyusut ke level Rp13.287/USD dibanding penutupan awal pekan kemarin di level Rp13.255/USD. Pada hari ini pergerakan mata uang Garuda berada di kisaran level Rp13.253-Rp13.365/USD.
Selain itu, data SINDOnews bersumber dari Limas rupiah juga dibuka negatif, saat rupiah tergelincir ke level Rp13.283/USD. Posisi ini tidak lebih baik dibanding penutupan sebelumnya pada level Rp13.253/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Selasa (11/4/2017) USD jatuh pada perdagangan di Asia, lantaran kekhawatiran ketegangan dengan Korea Utara dan Suriah bakal mempengaruhi sikap dan kebijakan AS. Indeks USD yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang utama lainnya mengalami penurunan 0,1% menjadi 101.950.
Selain itu USD juga menyusut terhadap yen mencapai sebesar 0,2% menjadi 110.68, untuk menjauhi posisi tertinggi pada sesi semalam 111.57. Pergerakan USD tetap kokoh di kisaran 110.11-112.19 sejak akhir Maret.
Pejabat senior di Seoul mengatakan China dan Korea Selatan sepakat untuk memaksakan sanksi lebih keras kepada Korea Utara jika melaksanakan pengujian misil nuklir. Kondisi ini semakin memanas setelah AS melayangkan serangan rudal kepada Suriah sebagai peringatan kepada negara-negara lain termasuk Korea Utara.
Bank Sentral AS sendiri alias The Fed berencana untuk menaikkan suku bunga AS secara bertahap. Sementara itu euro terlihat stabil terhadap USD pada level 1.0599, ketika pada sesi semalam sempay berada ke posisi terendah sejak 9 Maret yakni 1.0568 di tengah-tengah ketidakpastian Pemilu Perancis.
Menurut data dari kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah dibuka menguat ke level Rp13.282/USD. Posisi ini lebih baik dari awal pekan kemarin yang berakhir di level Rp13.323/USD.
Penguatan juga terlihat pada data Bloomberg yang menunjukkan rupiah pada awal perdagangan berada di posisi Rp13.280/USD dengan kisaran harian Rp13.270-Rp13.291/USD. Rupiah sendiri terlihat membaik dibandingkan sebelumnya Rp13.286/USD.
Sementara posisi rupiah menurut Yahoo Finance pada pagi ini justru menyusut ke level Rp13.287/USD dibanding penutupan awal pekan kemarin di level Rp13.255/USD. Pada hari ini pergerakan mata uang Garuda berada di kisaran level Rp13.253-Rp13.365/USD.
Selain itu, data SINDOnews bersumber dari Limas rupiah juga dibuka negatif, saat rupiah tergelincir ke level Rp13.283/USD. Posisi ini tidak lebih baik dibanding penutupan sebelumnya pada level Rp13.253/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Selasa (11/4/2017) USD jatuh pada perdagangan di Asia, lantaran kekhawatiran ketegangan dengan Korea Utara dan Suriah bakal mempengaruhi sikap dan kebijakan AS. Indeks USD yang mengukur mata uang AS terhadap enam mata uang utama lainnya mengalami penurunan 0,1% menjadi 101.950.
Selain itu USD juga menyusut terhadap yen mencapai sebesar 0,2% menjadi 110.68, untuk menjauhi posisi tertinggi pada sesi semalam 111.57. Pergerakan USD tetap kokoh di kisaran 110.11-112.19 sejak akhir Maret.
Pejabat senior di Seoul mengatakan China dan Korea Selatan sepakat untuk memaksakan sanksi lebih keras kepada Korea Utara jika melaksanakan pengujian misil nuklir. Kondisi ini semakin memanas setelah AS melayangkan serangan rudal kepada Suriah sebagai peringatan kepada negara-negara lain termasuk Korea Utara.
Bank Sentral AS sendiri alias The Fed berencana untuk menaikkan suku bunga AS secara bertahap. Sementara itu euro terlihat stabil terhadap USD pada level 1.0599, ketika pada sesi semalam sempay berada ke posisi terendah sejak 9 Maret yakni 1.0568 di tengah-tengah ketidakpastian Pemilu Perancis.
(akr)