Menteri Jonan Ingin Penyaluran Subsidi Listrik Pakai Kartu

Kamis, 13 April 2017 - 14:25 WIB
Menteri Jonan Ingin...
Menteri Jonan Ingin Penyaluran Subsidi Listrik Pakai Kartu
A A A
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menginginkan agar subsidi listrik untuk pelanggan 400 voltampere (VA) dan sebagian pelanggan 900 VA, disalurkan lewat kartu keluarga sejahtera (KKS). Hal ini menyusul rencana pemerintah menyalurkan subsidi elpiji 3 kg lewat KKS mulai tahun depan.

Dia mengungkapkan, rencana menyalurkan subsidi listrik lewat kartu saat ini tengah dalam proses kajian. Baginya, penyaluran subsidi listrik lewat kartu jauh lebih mudah penerapannya ketimbang subsidi elpiji 3 kg lewat kartu.

"Untuk subsidi listrik misalnya, kita sudah bisa bicara. Mudah-mudahan bisa jalan. Lebih mudah karena ada meterannya. Listrik kan enggak bisa dibawa naik motor, kami sudah mulai bicara dengan PLN, bagaimana nanti di 2018 kita subsidi yang 450 VA, dan sebagian yang 900 VA itu subsidinya dimasukkan ke kartu," tuturnya di Gedung BI, Jakarta, Kamis (13/4/2017).

Jadi, sambung mantan Menteri Perhubungan ini, PLN menjual listrik per kilowatt hour (kWh) di harga keekonomian. Namun, pemerintah memberikan subsidi untuk membeli listrik tersebut kepada masyarakat golongan tidak mampu lewat kartu.

"Jadi, PLN juga jual listriknya per kwh di harga yang harga sama (harga pasar) per kwh nya. Memang ada kelasnya. Datanya (masyarakat tidak mampu) nanti bisa diupdate dari TNP2K," imbuh dia.

Sejatinya, kata Jonan, perubahan skema penyaluran subsidi ini bukan semata untuk mengurangi subsidi jumlah penerima subsidi. Namun, semata agar pemerintah bisa berbuat adil untuk masyarakat.

"Tujuan pemerintah bukan semata mengurangi subsidi, tapi ini rasa kadilan. Kalau sebenarnya tidak pantas dapat subsidi tapi dapat subsidi, ini kan mengambil haknya orang lain," tuturnya.

Jonan menambahkan, penyaluran subsidi lewat kartu hanya bisa diterapkan untuk listrik dan elpiji semata. Untuk bahan bakar minyak (BBM), penyaluran subsidi tidak bisa menggunakan kartu mengingat penggunaannya oleh masyarakat tidak rutin seperti listrik dan elpiji.

"Kalau subsidi BBM kan yang hanya disubsidi itu dua, kerosene (minyak tanah) dan biosolar. Ini sulit karena orang pakainya tidak reguler. Kalau ini bisa dimasukkan, tunggu single ID card untuk seluruh masyarakat Indonesia. Itu mungkin bisa," terang dia.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ternyata Tak cuma Masyarakat...
Ternyata Tak cuma Masyarakat Biasa, Kelompok Bisnis pun Dapat Subsidi Listrik
Penggunaan Kompor Listrik...
Penggunaan Kompor Listrik Dinilai hanya Pindahkan Beban dari Hilir ke Hulu
Pemerintah Perpanjang...
Pemerintah Perpanjang Pemberian Diskon Tagihan Listrik
Pemerintah Tahan Kenaikan...
Pemerintah Tahan Kenaikan Tarif Listrik untuk Menjaga Daya Beli Masyarakat
Subsidi Listik Diperpanjang...
Subsidi Listik Diperpanjang hingga September 2020
5 Kebutuhan Masyarakat...
5 Kebutuhan Masyarakat Indonesia yang Mendapat Subsidi Pemerintah
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
1 jam yang lalu
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
1 jam yang lalu
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
2 jam yang lalu
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
2 jam yang lalu
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
2 jam yang lalu
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
2 jam yang lalu
Infografis
Baterai Mobil Listrik...
Baterai Mobil Listrik Made in Karawang Mendunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved