Menhub Era Soeharto Ingin Gubernur DKI Stabilkan Dunia Usaha
Rabu, 19 April 2017 - 12:57 WIB
Menhub Era Soeharto Ingin Gubernur DKI Stabilkan Dunia Usaha
A
A
A
JAKARTA - Mantan Menteri Perhubungan (Menhub) era Presiden Soeharto, Emil Salim berharap pemimpin baru DKI Jakarta mampu menciptakan stabilitas untuk dunia usaha.
Emil menggunakan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 05 Patra Kuningan, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi. Dia menuturkan, dunia usaha tentu menginginkan pemimpinnya bisa membangun Ibu Kota lebih baik lagi. Karena itu, Gubernur DKI Jakarta nantinya harus sesuai dengan yang diinginkan pemilih.
"Sesuai dengan apa yang dikehendaki pemilih. Kalau tidak didukung pemilih kan susah. Dunia usaha tentu ingin melihat yang bisa membangun Kota DKI Jakarta," katanya di TPS 05 Patra Kuningan, Jakarta, Rabu (19/4/2017).
Bagi dunia usaha, kata mantan Menteri Lingkungan Hidup ini, stabilitas adalah kunci yang paling penting untuk berinvestasi di Indonesia. Karena itu, stabilitas investasi juga harus menjadi fokus utama Gubernur DKI Jakarta yang baru.
"Maka kembali siapa yang menjadi hasil dari pemilih total terbanyak. Itu yang paling penting. Mayoritas menjadi kunci stabilitas politik dan itu yang diharapkan pemilih kita," tandas dia.
Emil menggunakan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 05 Patra Kuningan, Kelurahan Kuningan Timur, Kecamatan Setiabudi. Dia menuturkan, dunia usaha tentu menginginkan pemimpinnya bisa membangun Ibu Kota lebih baik lagi. Karena itu, Gubernur DKI Jakarta nantinya harus sesuai dengan yang diinginkan pemilih.
"Sesuai dengan apa yang dikehendaki pemilih. Kalau tidak didukung pemilih kan susah. Dunia usaha tentu ingin melihat yang bisa membangun Kota DKI Jakarta," katanya di TPS 05 Patra Kuningan, Jakarta, Rabu (19/4/2017).
Bagi dunia usaha, kata mantan Menteri Lingkungan Hidup ini, stabilitas adalah kunci yang paling penting untuk berinvestasi di Indonesia. Karena itu, stabilitas investasi juga harus menjadi fokus utama Gubernur DKI Jakarta yang baru.
"Maka kembali siapa yang menjadi hasil dari pemilih total terbanyak. Itu yang paling penting. Mayoritas menjadi kunci stabilitas politik dan itu yang diharapkan pemilih kita," tandas dia.
(izz)
Lihat Juga :